Batam-(NagoyaPos.Com)- Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) bersama Satreskrim Polresta Barelang tengah melakukan penyelidikan menyeluruh atas insiden kebakaran kapal tanker Federal II yang terjadi di galangan kapal PT ASL Marine Shipyard, Tanjung Uncang, Batu Aji, Kota Batam, Rabu dini hari (15/10), sekitar pukul 04.20 WIB.
Kebakaran diduga dipicu oleh pekerjaan panas (hot work) yang dilakukan oleh pekerja dari PT Rotary Engineer dan PT PTM di dalam tangki Cargo Oil Tank (COT) kapal yang sedang dalam proses perbaikan. Percikan api yang muncul memicu ledakan dan menyebabkan kebakaran hebat di area kerja.
Tim keselamatan perusahaan langsung melakukan evakuasi dan pemadaman. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.00 WIB. Namun, insiden ini menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.
Data Korban (verifikasi RS Bhayangkara dan Polda Kepri):
Meninggal dunia: 10 orang
Luka-luka: 21 orang (7 luka berat, 14 luka ringan)
Korban luka dirawat di RS Mutiara Aini, RS Elizabeth Sei Lekop, RS Graha Hermine, dan RSUD Embung Fatimah. Sementara jenazah korban meninggal dunia ditangani di RS Bhayangkara Batam untuk proses identifikasi dan otopsi.
Kapolda Kepri, Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., bersama jajaran Polda Kepri dan Kapolresta Barelang turun langsung meninjau lokasi kebakaran serta menjenguk para korban di rumah sakit. Dalam pernyataannya, Kapolda menyampaikan duka cita mendalam dan menegaskan komitmen penegakan hukum.
“Kami akan menelusuri penyebab pasti kebakaran ini melalui olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi. Apabila ditemukan unsur kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa, maka akan diproses secara hukum,” tegas Kapolda Kepri.
Tim gabungan dari Ditreskrimum, Inafis, Labfor Polda Kepri, dan Satreskrim Polresta Barelang telah diterjunkan untuk investigasi menyeluruh. Pemeriksaan mencakup manajemen PT ASL Marine Shipyard, subkontraktor terkait, serta petugas keselamatan kerja di lokasi.
Selain itu, penyidik juga menelusuri kelengkapan dokumen tenaga kerja, kontrak kerja subkontraktor, dan kepatuhan terhadap prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Berdasarkan laporan internal perusahaan (Fire Incident Report), kebakaran terjadi di area WBT 2S saat dilakukan pengelasan di dalam tangki. Perlu diketahui, Federal II juga pernah mengalami insiden kebakaran pada 24 Juni 2025 di lokasi yang sama, yang menyebabkan 9 pekerja terluka.
Saat ini, situasi di lokasi kejadian sudah kondusif. Seluruh aktivitas galangan kapal dihentikan sementara untuk kepentingan penyelidikan. Polda Kepri juga berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja, BP Batam, dan otoritas maritim untuk mengevaluasi standar keselamatan kerja di sektor galangan kapal di wilayah Kepri.(Fjr)
Redaksi














