Batam-(NagoyaPos.Com)- Dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina kembali menggema dari Kota Batam. Aksi kemanusiaan bertajuk “Batam Bersama Palestina (BBP) Jilid 5” akan digelar pada Minggu, 19 Oktober 2025 di Dataran Engku Putri, dan diperkirakan akan dihadiri oleh 30.000 massa.
Dua tokoh penting daerah, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dan Wali Kota Batam Amsakar Achmad, dipastikan hadir dalam aksi solidaritas tersebut, menegaskan posisi masyarakat Kepri dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.
“Persiapan sudah mencapai 90 persen. Malam ini kami tinggal menyelesaikan instalasi untuk bazar,” ujar Ilyas Karta, Ketua Panitia BBP Jilid 5.Kamis (16/10 )
💰 Donasi Capai Rp 300 Juta Sebelum Hari-H
Hingga Kamis (16/10), donasi yang berhasil dikumpulkan dari masyarakat Batam telah menyentuh angka Rp 300 juta, bahkan sebelum acara puncak dilangsungkan. Pengumpulan dilakukan melalui berbagai kanal seperti lampu merah, grup WhatsApp, hingga masjid-masjid.
Donasi akan disalurkan melalui LMI (Lembaga Manajemen Infaq), untuk menjamin akuntabilitas dan ketepatan sasaran penyaluran ke Palestina.
🎪 Rangkaian Kegiatan 3 Hari: Bazar, Festival, Long March, dan Artis Nasional
Kegiatan BBP Jilid 5 akan berlangsung selama 3 hari, mulai Jumat (17/10) hingga Minggu (19/10), melibatkan:
Bazar UMKM
Pagelaran seni budaya
Festival lomba foster, hadroh, puisi, dan teatrikal pelajar & mahasiswa
Acara puncak dimulai Minggu pukul 04.00 WIB dengan agenda:
Shalat Subuh berjamaah
Tausiyah & Sarapan Bersama
Pembukaan Bazar Kemanusiaan
Long March Solidaritas Palestina
Penampilan Rizal Armada & Grup Nasyid Nasional
Lelang dan Sunduk Infak
🌍 Pesan Kemanusiaan dari Batam untuk Dunia
“Meski ada gencatan senjata, Palestina belum merdeka. Selama belum ada pengakuan resmi PBB atas kedaulatan Palestina, perjuangan belum usai,” tegas Ilyas Karta.
Aksi BBP telah memasuki jilid kelima sejak pertama kali digelar, dan terus melibatkan lembaga resmi untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Dengan semangat “Dari Batam untuk Palestina”, kegiatan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa solidaritas kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah, ras, atau agama.(Fjr)
Redaksi














