Batam, Nagoyapos – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam menargetkan seluruh program pelatihan dan sertifikasi bagi tenaga kerja rampung pada akhir November 2025. Hingga saat ini, sebagian kegiatan telah selesai, sementara beberapa masih dalam tahap pelaksanaan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker Batam, Nurul Iswahyuni, menjelaskan bahwa program peningkatan kompetensi tahun ini terbagi dalam dua kategori utama, yakni bimbingan teknis (bimtek) dan sertifikasi, serta pelatihan dan sertifikasi.
“Untuk kegiatan bimtek dan sertifikasi sudah selesai dilaksanakan, sedangkan pelatihan dan sertifikasi masih ada yang berjalan. Kami targetkan semuanya rampung akhir November ini,” ujar Nurul, Kamis (30/10/2025).
Nurul menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Batam untuk membekali tenaga kerja dengan keterampilan sekaligus sertifikasi kompetensi resmi dari lembaga nasional seperti Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) maupun Kementerian Ketenagakerjaan.
Tercatat, bimtek dan sertifikasi tahun ini diikuti oleh 1.396 peserta, sementara pelatihan dan sertifikasi diikuti oleh 2.449 peserta, sehingga total 3.845 tenaga kerja telah dan sedang menjalani peningkatan kompetensi.
“Peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis, tetapi juga pembentukan sikap kerja profesional. Sertifikasi ini menjadi bukti resmi bahwa mereka memiliki kompetensi sesuai bidangnya,” jelas Nurul.
Dana kegiatan bimtek dan sertifikasi bersumber dari Retribusi Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA/IMTA), yang sebagian besar dialokasikan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja lokal Batam.
Menurut Nurul, langkah ini menjadi strategi penting agar tenaga kerja Batam dapat bersaing di dunia industri dan jasa yang terus berkembang pesat.
“Dengan sertifikasi kompetensi, tenaga kerja Batam akan semakin siap menghadapi persaingan global,” tegasnya. (cr)













