Batam Darurat Sampah! Wali Kota Amsakar Akui Masalah Tak Sederhana

Batam Darurat Sampah! Wali Kota Amsakar Akui Masalah Tak Sederhana
Wali Kota Amsakar meninjau lokasi tumpukan sampah beberapa waktu lalu (mc batam)

Batam, Nagoyapos – Masalah sampah di Kota Batam kian menjadi sorotan. Di tengah meningkatnya keluhan warga serta tumpukan sampah yang terlihat di berbagai sudut kota, Wali Kota Batam Amsakar Achmad secara terbuka mengakui bahwa persoalan ini jauh dari kata mudah.

“Persoalan sampah jangan disebut mudah, ini tidak seperti membalik telapak tangan,” ujar Amsakar saat menghadiri kegiatan di Bengkong, Minggu (16/11).

Example 300x600

Sembilan Bulan Kepemimpinan Amsakar–Li Claudia: Perbaikan Ada, Tapi Belum Tuntas

Amsakar menjelaskan bahwa selama sembilan bulan masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Li Claudia, berbagai langkah perbaikan sudah dijalankan. Namun ia tak menampik bahwa sejumlah persoalan masih belum terselesaikan.

Menurutnya, Batam tengah menghadapi dua persoalan strategis, yaitu:

1.Pengelolaan sampah di bawah Pemko Batam

2. Air bersih yang dikelola BP Batam

Kedua isu ini disebutnya sangat kompleks dan tidak dapat diselesaikan secara instan.

“Perawatan sampah dan air bersih tidak bisa selesai dalam waktu singkat. Ini pekerjaan dengan keterlibatan banyak pihak dan kompleksitas tinggi,” tegasnya.

1,3 Juta Penduduk, 1.300 Ton Sampah Per Hari

Dengan jumlah penduduk yang kini mencapai 1,3 juta jiwa, Batam memproduksi sekitar 1.300 ton sampah per hari. Amsakar menyebut angka tersebut sebagai beban besar yang membutuhkan sistem kerja yang kuat.

“Artinya satu kepala menghasilkan satu kilogram sampah. Ironis, di satu sisi ekonomi Batam tumbuh positif. Tapi pada sisi lain, pengelolaan sampah dan air masih jadi tantangan,” katanya.

Meski Pemko Batam memiliki ruang anggaran, Amsakar menegaskan bahwa realisasi program tak bisa dilakukan secara instan karena harus melewati tahapan administrasi serta penyesuaian kondisi pascapandemi COVID-19.

“Kami punya anggaran. Tapi ada proses dan dinamika. Banyak penyesuaian pascapandemi yang harus kami lalui,” ujarnya.

Amsakar Turun ke Lapangan: “Kiri Kanan Masih Banyak Sampah”

Amsakar mengaku telah meninjau langsung kondisi lapangan dan mendapati banyak titik di mana sampah menumpuk, baik di pasar maupun di kawasan pemukiman.

“Saya lewat, kiri kanan masih terlihat sampah. Ini bukan soal siapa salah, tapi ini yang harus kami benahi. Semua pihak harus terlibat untuk kebersihan kota Batam,” tegasnya.

Terkait penolakan warga atas keberadaan tempat pembuangan sementara (TPS) di beberapa lokasi, Amsakar belum memberikan penjelasan detail. Namun ia menegaskan bahwa pemerintah akan mencari solusi terbaik tanpa mengabaikan kenyamanan warga.

Sampah Menumpuk Lebih dari Sepekan

Di beberapa titik, tumpukan sampah bahkan terlihat semakin parah. Salah satunya di Pasar Toss 3000, di mana sampah dikabarkan sudah lebih dari sepekan tidak terangkut, memicu bau menyengat yang mengganggu pedagang dan pembeli.

Dengan meningkatnya tekanan publik, masyarakat kini menunggu langkah konkret pemerintah untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah, sebelum masalah ini berubah menjadi krisis kebersihan yang lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *