Batam, Nagoyapos — Insiden mengkhawatirkan kembali terjadi pada kapal ferry Marina Batam, MV Oceana. Kapal yang mengangkut 162 penumpang dari Batam menuju Tanjungpinang ini mengalami mati mesin di perairan belakang Pulau Penyengat pada Minggu (23/11) sekitar pukul 15.00 WIB.
Akibat gangguan mesin tersebut, kapal sempat terombang-ambing hampir dua jam, membuat penumpang panik dan ketakutan. Dalam video yang beredar, sebagian penumpang tampak berdiri dan berteriak mencari keselamatan saat kapal kehilangan kendali.
Kepala Syahbandar Pelabuhan Telaga Punggur, Deni Cahyadi membenarkan kejadian ini. Ia menyatakan pihaknya tengah mengumpulkan informasi lengkap terkait penyebab kerusakan mesin.
“Ya ada, saat ini kami sedang mengumpulkan informasi pastinya,” ujar Deni kepada wartawan.
MV Oceana diketahui berangkat dari Punggur pukul 13.45 WIB. Namun saat mendekati perairan Pulau Penyengat, mesin kiri kapal mendadak mati total.
“Penyebab mati mesin belum diketahui, masih dalam pengecekan. Diduga ada trouble,” tambahnya.
Deni menjelaskan bahwa sebelum kapal diberangkatkan, seluruh pemeriksaan standar telah dilakukan dan kapal dinyatakan laik berlayar.
Mendapat laporan kondisi darurat, otoritas langsung mengerahkan MV Oceana 2 untuk melakukan evakuasi. Seluruh penumpang dipindahkan dan akhirnya tiba dengan selamat di Tanjungpinang.
“Tidak ada korban jiwa. Semua terakomodir dengan aman hingga Tanjungpinang,” tegas Deni.
Ia memastikan jumlah penumpang sesuai manifes yakni 162 orang.
Yang menarik, insiden ini bukan kali pertama menimpa armada Oceana. Tahun lalu, Ferry Oceana 10 juga pernah mengalami mati mesin saat berlayar di rute yang sama, pada Kamis (15/8).
Peristiwa berulang ini menimbulkan banyak pertanyaan terkait standar keselamatan dan perawatan armada angkutan laut di wilayah Kepri.
Masyarakat berharap pemerintah dan operator kapal segera melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan membahayakan keselamatan penumpang.














