Batam, Nagoyapos – Kebijakan Visa Kunjungan Singkat Khusus (VKSK) 7 hari terbukti memberi dampak besar terhadap lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Skema visa jangka pendek ini menjadi magnet baru bagi warga asing yang ingin berwisata singkat ke wilayah perbatasan Indonesia.
Kantor Imigrasi Batam mencatat, sepanjang tahun 2025 sebanyak 84.230 warga negara asing (WNA) telah memanfaatkan layanan VKSK 7 hari. Angka tersebut menunjukkan tren peningkatan signifikan dibanding periode sebelumnya.
“Di Kantor Imigrasi Batam tercatat sudah 84.230 WNA menggunakan layanan VKSK 7 hari. Minatnya terus meningkat,” ujar Kasi Humas Imigrasi Batam, Aris.
Menurut Aris, tingginya angka penggunaan visa singkat ini membuktikan bahwa VKSK 7 hari menjadi instrumen efektif dalam mendukung sektor pariwisata, khususnya di wilayah strategis seperti Kepri yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
“Jumlah ini menunjukkan peminatnya sangat banyak. Skema ini benar-benar membantu mendongkrak kunjungan wisatawan,” tambahnya.
Kebijakan Menguntungkan Wisata Kepri
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, menilai kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Imigrasi tersebut sangat strategis dan tepat sasaran untuk mendorong pertumbuhan pariwisata daerah.
“Ada empat skema yang berlaku, yakni permanent resident, visa 7 hari, student pass, dan bebas visa,” jelas Hasan.
Hasan menegaskan, posisi geografis Kepri yang dekat dengan Singapura dan Malaysia menjadi keuntungan besar dalam memaksimalkan kebijakan visa jangka pendek tersebut.
“Visa 7 hari ini luar biasa dampaknya. Kita benar-benar memanfaatkan peluang yang ada di depan mata,” tegasnya.
Tak berhenti di situ, Pemerintah Provinsi Kepri juga tengah menyiapkan kebijakan tambahan guna memperkuat sektor pariwisata pada tahun 2026, salah satunya dengan membuka peluang penerbangan langsung dari luar negeri.
“Saat ini masih dalam tahap komunikasi, termasuk rencana charter flight internasional langsung ke Batam dan Tanjungpinang,” pungkas Hasan.
Dengan berbagai terobosan tersebut, Kepri optimistis dapat terus meningkatkan daya saing pariwisata dan memperkuat posisinya sebagai gerbang wisata internasional Indonesia di wilayah barat. (r)














