<

Lobster Lokal Serbu Meja Imlek 2026! Hasil Budi Daya KKP dari Batam Laris Manis

Lobster Lokal Serbu Meja Imlek 2026! Hasil Budi Daya KKP dari Batam Laris Manis
Hasil modeling budi daya lobster yang dikembangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terbukti mampu menyuplai pasar lokal saat Imlek di Batam (dok kkp)

Batam, Nagoyapos – Kebutuhan lobster untuk perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Kota Batam tak lagi bergantung pada pasokan luar. Hasil modeling budi daya lobster yang dikembangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terbukti mampu menyuplai pasar lokal, bahkan jadi primadona saat Imlek. Tak hanya lobster, bawal bintang hasil budi daya juga diburu konsumen.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Tb Haeru Rahayu, mengungkapkan produksi budi daya lobster di Balai Perikanan Budi Daya Laut Batam (BPBL Batam) dijalankan secara konsisten. Prosesnya dimulai dari pendederan benih bening lobster (BBL), dilanjutkan pembesaran hingga ukuran konsumsi di atas 50 gram per ekor.

“Dari pembeli kami dengar langsung, hasil modeling ini terbukti produktif dan berperan menyuplai kebutuhan lobster di Batam, khususnya saat Imlek,” ujar Tb Haeru Rahayu dalam keterangan resmi, Selasa (17/2/2026).

Batam dipilih sebagai lokasi modeling karena daya dukung lingkungan yang optimal serta integrasi pakan lewat budi daya kekerangan yang sekaligus memberdayakan masyarakat pesisir. Lobster sendiri merupakan komoditas unggulan ekspor dengan tren meningkat tajam. Pada 2023, nilai ekspor lobster tercatat USD 23,93 juta (1.144 ton), lalu melonjak pada 2024 menjadi USD 67,83 juta (2.120 ton).

KKP juga terus melakukan evaluasi lapangan sebagai dasar penyempurnaan kebijakan, termasuk rencana perubahan regulasi tata kelola lobster, kepiting, dan rajungan. Targetnya, budi daya dalam negeri makin masif, tertata, dan berkelanjutan.

Selain lobster, KKP memperkuat produksi bawal bintang dan kakap putih di BPBL Batam—dua komoditas bernilai ekonomi tinggi yang diminati pasar domestik dan ekspor. Penguatan ini sejalan dengan strategi ekonomi biru yang digagas Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, yakni menjaga ekologi, meningkatkan nilai tambah, dan mendorong inovasi teknologi.

Dikelola di Lahan 3 Hektare

Kepala BPBL Batam Ipong Adi Guna menjelaskan, modeling budi daya lobster dikelola di lahan 3 hektare dengan 144 lubang karamba jaring apung (KJA), satu unit nursery, dan satu unit cold room. Teknologi pendederan mampu menghasilkan benih ukuran 5 gram, dengan target produktivitas 40–50 kilogram per lubang KJA berukuran 3×3 meter.

Antusiasme pasar pun terasa. Seorang pengepul di Batam, Zaenal, menyerap 200 kilogram lobster dan 200 kilogram bawal bintang dari BPBL Batam jelang Imlek 2026. “Tekstur dagingnya lebih tebal dan kualitasnya premium,” katanya, seraya menyebut dua komoditas ini jadi menu favorit perayaan.

Sebagai catatan, BPBL Batam berperan sebagai unit pelaksana teknis pembenihan ikan laut yang menjamin ketersediaan induk dan benih unggul. Sepanjang 2025, produksi benih ikan laut BPBL Batam mencapai 279.000 ekor, melampaui target 250.211 ekor, dan didistribusikan ke kelompok pembudi daya di Batam, Lingga, Karimun, Bintan, hingga Kepulauan Meranti.

Dengan pasokan lokal yang kuat, Imlek 2026 di Batam tak hanya meriah—tetapi juga jadi etalase keberhasilan budi daya laut nasional. (r)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *