Batam, Nagoyapos – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batam menerapkan sistem antar langsung ke sekolah dalam pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Skema ini diterapkan untuk memastikan layanan tetap berjalan tertib, aman, dan tepat sasaran meski berlangsung di tengah suasana puasa.
Koordinator Wilayah SPPG Batam, Defri Frenaldi, mengatakan mekanisme distribusi selama Ramadan disesuaikan dengan kondisi penerima manfaat, khususnya peserta didik yang tetap menjalani kegiatan belajar mengajar.
“Selama Ramadan, distribusi MBG tetap berjalan dengan penyesuaian. Untuk peserta didik, salah satu skema yang kami terapkan adalah sistem antar langsung ke sekolah dengan koordinasi bersama pihak sekolah,” ujar Defri di Batam.
Ia menjelaskan, penyaluran MBG kembali dilaksanakan secara serentak mulai Senin (23/2/2026). Melalui sistem antar sekolah, paket makanan diantarkan langsung ke masing-masing satuan pendidikan sesuai jadwal yang telah disepakati.
Setiap proses serah terima dilakukan dengan verifikasi daftar penerima manfaat dan dokumentasi sebagai bentuk pengawasan serta akuntabilitas program.
Untuk wilayah dengan mayoritas penerima manfaat menjalankan ibadah puasa, MBG disalurkan dalam bentuk paket makanan kemasan sehat. Paket tersebut diproduksi dan dikemas langsung oleh dapur SPPG, bukan makanan ultra-proses dari pabrikan.
“Paket MBG selama Ramadan berupa makanan siap santap yang memenuhi prinsip gizi seimbang dan keamanan pangan,” jelas Defri.
Menu Ramadan
Menu yang disiapkan antara lain telur asin, abon, dendeng kering, buah-buahan, serta makanan khas lokal dengan opsi tambahan kurma. SPPG juga memastikan tidak menggunakan bahan makanan yang mudah basi atau berisiko menimbulkan gangguan keamanan pangan.
Sementara itu, untuk wilayah dengan mayoritas penerima manfaat yang tidak berpuasa, distribusi MBG dilakukan seperti hari biasa dengan menu siap santap. Meski demikian, penerima manfaat yang tetap menjalankan puasa tetap diberikan paket makanan kemasan sehat.
Tak hanya menyasar peserta didik, layanan MBG bagi kelompok non-pelajar seperti ibu hamil, ibu menyusui, serta balita usia 6–59 bulan tetap berjalan selama Ramadan. Distribusi dilakukan setiap Senin dan Kamis melalui posyandu atau titik kumpul yang telah disepakati.
Defri menambahkan, selama Ramadan pengawasan internal diperketat, mulai dari pencatatan distribusi, pengendalian mutu makanan, hingga kewajiban pengembalian tote bag sebagai bagian dari sistem kontrol.
“Kami memastikan distribusi MBG selama Ramadan di Batam melalui sistem antar sekolah tetap tertib, aman, dan mampu memenuhi kebutuhan gizi seluruh penerima manfaat,” tegasnya. (r)



















