Batam-(NagoyaPos.Com) – Kondisi ban selip (skid) masih menjadi salah satu risiko yang kerap dialami pengendara sepeda motor di jalan raya. Situasi ini terjadi ketika ban kehilangan daya cengkeram terhadap permukaan jalan, sehingga kendaraan sulit dikendalikan dan berpotensi memicu kecelakaan.
PT Capella Dinamik Nusantara melalui edukasi safety riding mengingatkan pengendara untuk memahami jenis-jenis ban selip dan cara mengantisipasinya agar perjalanan tetap aman.
Instruktur Safety Riding Capella Honda Kepri, Christofer Valentino, menjelaskan terdapat tiga kondisi ban selip yang umum terjadi di jalan.
Pertama, braking skid, yakni kondisi roda terkunci akibat pengereman terlalu kuat atau mendadak. Situasi ini sering terjadi saat pengendara panik menghadapi bahaya mendadak sehingga menarik tuas rem secara berlebihan.
Kedua, power skid, yang terjadi akibat membuka gas secara mendadak, terutama di jalan berpasir, berlumpur, atau basah, sehingga roda kehilangan traksi.
Ketiga, cornering skid, yaitu hilangnya daya cengkeram ban saat motor melintasi tikungan akibat distribusi traksi roda depan dan belakang yang tidak seimbang.
“Keselamatan berkendara bukan hanya soal kemampuan mengendalikan motor, tetapi juga bagaimana membaca kondisi jalan dan memastikan kendaraan dalam kondisi siap digunakan,” ujar Christofer.
Untuk meminimalisir risiko ban selip, Capella Honda Kepri membagikan sejumlah tips #Cari_Aman. Pertama, rutin memeriksa kondisi fisik ban dan memastikan tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan. Ban aus atau tekanan angin yang tidak sesuai dapat mengurangi daya cengkeram ke aspal.
Kedua, mengenali rute perjalanan dan menghindari jalur berisiko seperti jalan berpasir, berlumpur, atau tergenang air.
Ketiga, berkendara dengan kecepatan wajar dan menghindari gaya berkendara agresif, seperti akselerasi mendadak maupun pengereman keras.
Keempat, memanfaatkan fitur keselamatan seperti ABS dan Honda Selectable Torque Control (HSTC) yang kini tersedia di beberapa produk Honda Motor Co., Ltd. untuk membantu menjaga traksi ban saat pengereman maupun akselerasi.
Sementara itu, Sales Manager PT Capella Dinamik Nusantara, Duri Yanto, menegaskan komitmen Honda dalam meningkatkan edukasi keselamatan berkendara di masyarakat melalui seminar maupun kampanye keselamatan berkendara.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Melalui edukasi berkelanjutan, kami berharap budaya berkendara aman semakin mengakar di masyarakat,” ujarnya.
Dengan memahami risiko ban selip dan menerapkan teknik berkendara yang tepat, pengendara diharapkan lebih waspada dan mampu menciptakan lalu lintas yang aman bagi semua pengguna jalan. (*)
Reporter : RY


















