Batam, Nagoyapos.com – Kasus pengemudi tersesat karena mengikuti arahan aplikasi navigasi seperti Google Maps kembali menjadi sorotan. Bahkan, ratusan mobil pemudik dilaporkan sempat nyasar ke area persawahan dan perkampungan saat menuju gerbang tol Purwomartani.
Fenomena ini terjadi karena banyak pengemudi terlalu bergantung pada rute tercepat yang ditawarkan aplikasi, tanpa mempertimbangkan kondisi jalan di lapangan.
Praktisi keselamatan berkendara, Sony Susmana, mengingatkan bahwa tidak semua jalur alternatif layak dilalui kendaraan roda empat.
“Ada jalan alternatif yang layak dan tidak layak. Banyak yang sempit, bahkan hanya cukup untuk dua arah kendaraan. Akibatnya sering terjadi kemacetan atau kendaraan terjebak,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengemudi sebaiknya tidak mengambil risiko hanya demi menghindari macet. Jalur utama, meski padat, tetap lebih aman dan terjamin.
“Google Maps tidak selalu harus diikuti. Kalau ragu, lebih baik tetap di jalan utama,” tambahnya.
Untuk menghindari kejadian serupa, pengguna jalan perlu lebih cermat dalam menggunakan aplikasi navigasi.
Berikut beberapa tips penting agar perjalanan tetap aman seperti dikutip gridoto, Sabtu (2/5/2026):
1. Pilih Mode Kendaraan yang Tepat
Pastikan memilih mode mobil agar sistem menghindari jalan sempit atau ekstrem.
2. Bandingkan Rute Alternatif
Jangan hanya tergiur rute tercepat. Perhatikan jalur lain yang mungkin lebih aman dan lebar.
3. Manfaatkan Street View
Gunakan fitur ini untuk melihat kondisi jalan secara visual sebelum dilalui.
4. Zoom Peta Sebelum Berangkat
Perbesar tampilan peta untuk menghindari jalur kecil atau gang sempit.
5. Atur Preferensi Rute
Sesuaikan pengaturan seperti menghindari jalan tertentu atau memilih jalur utama.
6. Cek Ulasan dan Foto Pengguna
Informasi dari pengguna lain bisa menjadi indikator kondisi jalan sebenarnya.
7. Gunakan Peta Offline
Unduh peta sebagai cadangan jika sinyal internet lemah.
Selain itu, pengemudi juga disarankan memastikan koneksi internet stabil dan menggunakan versi terbaru aplikasi agar data rute tetap akurat.
Penting juga untuk menghindari perjalanan malam hari di daerah yang belum dikenal, karena visibilitas terbatas bisa meningkatkan risiko tersesat.
Dengan perencanaan matang dan penggunaan navigasi yang bijak, perjalanan tidak hanya lebih lancar, tetapi juga jauh lebih aman dari risiko tersesat di jalur yang tidak semestinya.
Editor: Risman


















