<

Pernyataan Keras Li Claudia soal Pencurian Pasir Bikin Heboh, Ini Klarifikasi Lengkapnya

Pernyataan Keras Li Claudia soal Pencurian Pasir Bikin Heboh, Ini Klarifikasi Lengkapnya
Wakil Wali Kota yang juga Wakil Kepala Batam Li Claudi Chandra mengklarifikasi pernyataannya soal pendatang (ilustrasi)

Batam, Nagoyapos.com – Pernyataan Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait pencurian pasir ilegal di pinggir jalan, mendadak viral dan memicu perbincangan luas di media sosial.

Video tersebut menampilkan pernyataan tegas Li Claudia terhadap pelaku aktivitas pengambilan pasir ilegal, yang dinilai berpotensi membahayakan infrastruktur kota. Namun, pernyataan itu menuai pro dan kontra di tengah masyarakat.

Menanggapi viralnya video tersebut, Li Claudia akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan bahwa tidak ada niat buruk dalam ucapannya, melainkan bagian dari upaya serius pemerintah dalam membenahi Kota Batam.

“Saya tidak ada niat apa-apa. Kami lagi niat membenahi Batam. Mungkin mereka tidak mengerti,” ujar Li Claudia, Jumat (1/5/2026).

Ia menjelaskan, sebelumnya pemerintah telah memberikan peringatan terkait bahaya aktivitas pengambilan pasir di pinggir jalan. Menurutnya, tindakan tersebut bisa memicu dampak serius, seperti pergeseran tanah hingga kerusakan jalan.

“Pasir itu bahaya. Nanti bisa terjadi pergeseran tanah, jalan retak, dan yang rugi kita semua. Bahkan akses ke bandara bisa terganggu,” jelasnya.

Tak hanya itu, Li Claudia juga menyoroti keberadaan tanaman bougenville yang baru ditanam di lokasi tersebut sebagai bagian dari penataan lingkungan kota. Ia menilai aksi pengambilan pasir dapat merusak upaya penghijauan yang tengah dilakukan pemerintah.

Ia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan Kota Batam.

“Mari jaga keamanan dan jaga lingkungan kota yang kita cintai,” tambahnya.

Video Viral

Sebelumnya, dalam video yang diunggah di akun media sosial pribadinya, Li Claudia menyampaikan pernyataan yang cukup tegas terhadap pelanggar hukum, termasuk warga pendatang yang tidak memiliki identitas resmi Batam.

“Kalau bukan orang Batam datang ke sini tidak kerja, malah nyolong-nyolong, suruh pulang saja ke daerahnya,” ucapnya dalam video yang beredar luas.

Dalam video yang sama, Li juga menegur langsung seorang warga yang kedapatan mengumpulkan pasir di pinggir jalan, meskipun diketahui memiliki pekerjaan tetap sebagai petugas keamanan.

“Kami lagi benahi Batam, Pak. Masa pagi nyolong, malam jadi satpam,” tegasnya.

Meski menuai beragam reaksi, pernyataan tersebut menjadi penegasan sikap pemerintah dalam menjaga ketertiban serta mendorong penataan kota yang lebih baik dan berkelanjutan.

Editor: Risman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *