<
Batam  

Belajar Hukum dari Akar Peradaban, Mahasiswa Uniba Kuliah Lapangan di Museum Raja Ali Haji

Mahasiswa Universitas Batam (Uniba) mengikuti kuliah lapangan di Museum Raja Ali Haji Batam, Jumat (5/6).

Batam-(NagoyaPos.Com) – Puluhan mahasiswa Universitas Batam (Uniba) mengikuti kegiatan kuliah lapangan di Museum Raja Ali Haji Batam, Jumat (5/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari metode pembelajaran yang menggabungkan teori di kelas dengan pengalaman langsung di lapangan.

Kuliah lapangan tersebut dipandu oleh dosen pengampu mata kuliah, Dr. Agus Siswanto Siagian, S.H., M.H., yang memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai sejarah, budaya, dan perkembangan peradaban di Provinsi Kepulauan Riau.

Menurut Agus, kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap sejarah perjuangan bangsa sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya Melayu.

“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap sejarah perjuangan bangsa Indonesia serta menumbuhkan kesadaran untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya Melayu sebagai bagian dari identitas bangsa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pendekatan pembelajaran melalui kuliah lapangan menjadi salah satu cara untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih aplikatif dan kontekstual bagi mahasiswa.

“Pada setiap mata kuliah yang saya ampu, saya berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada teori. Melalui kunjungan langsung seperti ini, mahasiswa dapat melihat berbagai artefak sejarah dan memahami proses lahirnya Provinsi Kepulauan Riau,” katanya.

Agus berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan melibatkan mahasiswa lintas program studi, termasuk Ilmu Hukum, Manajemen, dan Akuntansi.

Selama kunjungan, mahasiswa mendapatkan pemaparan dari pemandu Museum Raja Ali Haji, Raja Zunesti. Materi yang disampaikan mencakup sejarah Batam sejak masa Kesultanan Riau-Lingga hingga transformasinya menjadi kawasan industri, perdagangan, dan investasi bertaraf internasional.

Mahasiswa tampak antusias mengikuti setiap sesi pemaparan. Salah seorang peserta, Alya Maitsa Karnia Ginting, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan perkuliahan di dalam kelas.

“Menurut saya, kuliah lapangan jauh lebih menarik dibandingkan hanya belajar di dalam kelas. Berbicara tentang hukum di Tanah Melayu tentu tidak dapat dilepaskan dari akar sejarah dan peradaban yang melatarbelakanginya,” ujar Alya.

Hal senada disampaikan Muhammad Aqila Al Ghazanfar. Ia menilai kegiatan tersebut mampu memperluas wawasan mahasiswa sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sejarah dan budaya daerah.

“Kegiatan ini memberikan wawasan yang lebih luas serta mendorong mahasiswa untuk lebih memahami sejarah dan kekayaan budaya yang dimiliki Provinsi Kepulauan Riau,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Universitas Batam menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga pengalaman nyata yang mampu membentuk karakter, wawasan kebangsaan, serta kecintaan mahasiswa terhadap sejarah dan budaya daerah. (*)

Reporter : RY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *