Batam-(NagoyaPos.Com) – Polsek Batu Aji melakukan penyelidikan terkait beredarnya video viral yang menampilkan sosok pocong membawa senjata tajam (sajam) di kawasan RT 002 RW 024 Perumahan MKGR, Kelurahan Kibing, Kecamatan Batu Aji. Hasil penyelidikan sementara menunjukkan informasi tersebut diduga merupakan hoaks dan tidak ditemukan bukti adanya peristiwa yang dimaksud.
Penyelidikan dilakukan Sabtu (6/6) di bawah koordinasi Kapolsek Batu Aji AKP Bayu Rizki Subagyo, S.Tr.K., S.I.K., dengan melibatkan Unit Reskrim Polsek Batu Aji, perwakilan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Batam, Lurah Kibing, serta Ketua RW 024 Perumahan MKGR.
Video tersebut sebelumnya beredar luas melalui media sosial Instagram dan grup WhatsApp warga. Narasi yang menyertai video menyebutkan adanya sosok pocong membawa senjata tajam yang berkeliaran di lingkungan perumahan sehingga menimbulkan keresahan masyarakat.
Untuk memastikan kebenarannya, Unit Reskrim Polsek Batu Aji melakukan klarifikasi terhadap salah satu akun media sosial yang diketahui membagikan ulang video tersebut. Dari hasil pemeriksaan diketahui pemilik akun hanya meneruskan unggahan yang diterimanya dan tidak mengetahui secara pasti lokasi maupun kebenaran kejadian dalam video tersebut.
Petugas juga melakukan pengecekan lapangan dan berkoordinasi dengan warga serta Ketua RW 024 Perumahan MKGR. Hasilnya, tidak ditemukan adanya laporan, saksi, maupun korban yang mengetahui atau mengalami langsung peristiwa sebagaimana yang beredar dalam video tersebut.
Ketua RW setempat juga menyampaikan bahwa pihaknya tidak pernah menerima laporan terkait keberadaan pocong membawa senjata tajam di wilayahnya. Video tersebut hanya beredar di sejumlah grup warga dan grup masjid tanpa didukung fakta ataupun bukti kejadian yang nyata.
Berdasarkan hasil pengumpulan bahan keterangan dan penyelidikan, polisi tidak menemukan laporan polisi maupun bukti lain yang dapat menguatkan kebenaran informasi tersebut. Oleh karena itu, informasi mengenai pocong membawa sajam di Perumahan MKGR diduga kuat merupakan berita bohong atau hoaks.
Lebih lanjut, hasil penelusuran polisi menunjukkan video serupa juga pernah beredar di sejumlah daerah lain di luar Kota Batam. Dari penyelidikan awal, video tersebut diduga merupakan hasil rekayasa digital yang telah diedit menggunakan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), sehingga tidak dapat dijadikan sebagai bukti adanya peristiwa nyata.
Polsek Batu Aji mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarluaskan informasi yang beredar di media sosial maupun aplikasi pesan instan. Warga diminta untuk selalu melakukan verifikasi sebelum membagikan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
Apabila menemukan kejadian mencurigakan atau peristiwa menonjol di lingkungan sekitar, masyarakat diharapkan segera melapor kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti secara profesional dan tepat. (*)
Reporter : RY













