<

LIRA Kepri: Kami Soroti Proyek Rp 4,2 Miliar, Bukan Warga Pulau Kasu

Keterangan Photo : LSM Lira Kepri, Yusril Koto

Batam-(NagoyaPos.Com)-– Polemik antara LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kepulauan Riau dan masyarakat Pulau Kasu memasuki babak baru. Di tengah tuntutan warga yang meminta dirinya meminta maaf, Gubernur LIRA Kepri Yusril Koto menegaskan organisasinya tidak pernah menyerang masyarakat pulau.

“Yang kami soroti proyek pemerintah yang menggunakan uang negara, bukan masyarakat Pulau Kasu,” kata Yusril, Rabu.(17/06/2026)

Menurut dia, kritik yang disampaikan LIRA merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial terhadap penggunaan anggaran pemerintah. Sorotan itu terkait proyek pembangunan batu miring di Pulau Kasu yang dibiayai melalui anggaran Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan Kota Batam senilai sekitar Rp4,2 miliar.

Persoalan bermula dari pengaduan seorang pemasok material yang mengaku belum menerima pembayaran atas batu yang telah dikirim untuk proyek tersebut sejak September 2025. Nilai material yang disuplai disebut mencapai ratusan juta rupiah.

Yusril mengatakan pemasok tersebut mengaku telah beberapa kali menagih pembayaran. Namun, ia memperoleh penjelasan bahwa Surat Perintah Kerja (SPK) saat itu belum diterbitkan.

“Pertanyaannya, bagaimana material sudah masuk dan pekerjaan berjalan jika SPK disebut belum keluar. Itu yang menjadi perhatian kami,” ujar Yusril.

Di tengah polemik yang berkembang, LIRA Kepri juga menyiapkan laporan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepulauan Riau terkait dugaan perusakan kantor organisasi tersebut saat aksi demonstrasi warga berlangsung.

Laporan itu akan disampaikan dalam waktu dekat oleh pengurus LIRA Kepri. Organisasi tersebut meminta kepolisian mengusut pihak yang diduga terlibat dalam perusakan maupun pihak yang menggerakkan aksi hingga berujung pada kerusakan fasilitas kantor.

Polemik ini bermula dari demonstrasi ribuan warga Pulau Kasu dan sejumlah kawasan hinterland Batam di depan kantor LIRA Kepri di kawasan Bida Asri Indah. Massa memprotes pernyataan Yusril yang dianggap menyinggung masyarakat pulau.

Dalam aksi itu, warga menuntut Yusril menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Mereka juga mendesak Dewan Pimpinan Pusat LIRA mencopot Yusril dari jabatannya sebagai Gubernur LIRA Kepulauan Riau.(**)

 

Reporter : RY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *