<

Rokok Ilegal Masih Marak Masuk Batam, Bea Cukai Ungkap Modus Lewat Pelabuhan Tikus

Rokok Ilegal Masih Marak Masuk Batam, Bea Cukai Ungkap Modus Lewat Pelabuhan Tikus
Bea Cukai Batam berhasil menggagalkan penyelundupan rokok ilegal (ilustrasi)

atam, Nagoyapos.com – Rokok ilegal masih menjadi komoditas yang paling banyak diselundupkan melalui jalur-jalur pesisir di Kota Batam, Kepulauan Riau. Meski pengawasan terus diperketat, para pelaku masih memanfaatkan pelabuhan tidak resmi atau yang dikenal sebagai pelabuhan tikus untuk memasukkan barang ilegal ke wilayah Batam.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, Setiawan Rosyidi, mengatakan karakteristik Batam yang memiliki garis pantai panjang dan banyak akses keluar-masuk melalui laut menjadi tantangan besar dalam pengawasan.

“Dari berbagai penindakan yang kami lakukan, komoditas yang paling banyak diamankan masih rokok ilegal. Data lengkapnya akan kami sampaikan secara rinci,” ujar Setiawan, Minggu (28/6/2026).

Pelabuhan Tikus Jadi Jalur Favorit

Setiawan menjelaskan, Bea Cukai tidak menempatkan petugas di seluruh pelabuhan tikus yang tersebar di kawasan pesisir Batam. Sebagai gantinya, pengawasan dilakukan dengan pendekatan berbasis intelijen dan manajemen risiko.

Melalui metode tersebut, petugas memetakan titik-titik yang berpotensi menjadi jalur masuk barang ilegal berdasarkan hasil analisis, pemantauan lapangan, serta informasi dari masyarakat.

“Pelabuhan tikus bukan kawasan pabean, sehingga pengawasan dilakukan berdasarkan analisis risiko dan informasi yang telah diverifikasi,” jelasnya.

Pengawasan Laut Diperkuat

Luasnya wilayah perairan Batam membuat pengawasan tidak bisa dilakukan sendiri. Karena itu, Bea Cukai terus memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, Badan Keamanan Laut (Bakamla), dan instansi terkait lainnya.

Patroli laut dilakukan secara terpadu hingga wilayah perairan sejauh 12 mil guna mempersempit ruang gerak para pelaku penyelundupan yang kerap memanfaatkan jalur laut tidak resmi.

Menurut Setiawan, sinergi antarlembaga menjadi kunci utama dalam mencegah penyelundupan sejak dini sekaligus melindungi masyarakat dari peredaran barang ilegal.

“Kolaborasi lintas instansi menjadi strategi paling efektif untuk mempersempit ruang gerak pelaku penyelundupan. Sinergi antarlembaga menjadi kunci agar upaya penyelundupan dapat dicegah sejak dini dan perlindungan terhadap masyarakat semakin optimal,” tutupnya.

Bea Cukai Batam memastikan akan terus meningkatkan pengawasan di wilayah pesisir melalui operasi patroli, pemetaan berbasis intelijen, serta kerja sama dengan aparat penegak hukum guna menekan peredaran rokok ilegal yang masih marak terjadi di wilayah perbatasan tersebut.

Risman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *