Batam, Nagoyapos.com – Lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran terbuka tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah yang kini memperkuat program peningkatan keterampilan dan sertifikasi tenaga kerja agar lebih siap bersaing di dunia industri.
Berdasarkan data ketenagakerjaan di Kepulauan Riau, tingkat pengangguran pada kelompok lulusan SMA dan SMK mencapai 8,67 persen. Tak hanya itu, kelompok ini juga mendominasi komposisi pengangguran di Kepri dengan kontribusi sebesar 63,63 persen dari total pengangguran.
Sebaliknya, lulusan perguruan tinggi menyumbang 16,86 persen dari total pengangguran, sedangkan tingkat pengangguran terendah berasal dari masyarakat berpendidikan SMP ke bawah, yakni 3,82 persen.
Industri Kini Lebih Cari Skill daripada Ijazah
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepulauan Riau, Diky Wijaya, mengatakan tingginya angka pengangguran lulusan SMA dan SMK menunjukkan bahwa persaingan di dunia kerja kini tidak lagi hanya mengandalkan ijazah.
Menurutnya, perusahaan saat ini lebih menitikberatkan pada kemampuan teknis, keterampilan, serta kompetensi yang dimiliki calon pekerja.
“Sekarang pasar kerja tidak hanya melihat ijazah, tetapi juga keterampilan dan kompetensi,” ujar Diky.
Ia menilai lulusan yang memiliki sertifikasi kompetensi dan kemampuan sesuai kebutuhan industri memiliki peluang lebih besar untuk diterima bekerja.
Disnaker Kepri Siapkan 50 Program Pelatihan
Sebagai upaya mengurangi angka pengangguran, Disnakertrans Kepri menyiapkan sekitar 50 program pelatihan berbasis kompetensi yang akan dilaksanakan di Kota Batam.
Program tersebut dirancang untuk membekali pencari kerja dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Setelah mengikuti pelatihan, peserta juga akan mendapatkan sertifikasi kompetensi sebagai bukti kemampuan kerja yang diakui.
“Setelah mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikasi, peluang mereka untuk diterima kerja jauh lebih besar,” kata Diky.
Tingkatkan Daya Saing Tenaga Kerja Kepri
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi menjadi langkah strategis dalam menekan angka pengangguran, khususnya di kalangan lulusan SMA dan SMK.
Dengan semakin berkembangnya sektor industri, manufaktur, galangan kapal, logistik, hingga pariwisata di Batam dan wilayah Kepri, kebutuhan tenaga kerja yang memiliki keterampilan spesifik juga terus meningkat.
Karena itu, pemerintah berharap lulusan sekolah menengah tidak hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga aktif meningkatkan kompetensi melalui pelatihan, sertifikasi, dan penguasaan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. (r)














