<
Batam  

Seragam Sekolah Gratis Batam 2026 Segera Dibagikan, 52.835 Siswa SD-SMP Bakal Dapat 2 Set

Seragam Sekolah Gratis Batam 2026 Segera Dibagikan, 52.835 Siswa SD-SMP Bakal Dapat 2 Set
Wali Kota Amsakar mengatakan pembagian seragam sekolah gratis untuk murid SD dan pelajar SMP akan dilakukan pada bulan September (ilustrasi/mc batam)

Batam, Nagoyapos.com — Kabar baik bagi orang tua siswa baru di Kota Batam. Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali melanjutkan program seragam sekolah gratis untuk siswa baru jenjang SD dan SMP pada tahun ajaran 2026/2027.

Program yang menjadi salah satu prioritas Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra tersebut menyasar puluhan ribu siswa baru. Pemko Batam menyiapkan seragam secara gratis untuk membantu meringankan beban pengeluaran keluarga sekaligus mendukung pemerataan akses pendidikan.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, pemerintah berkomitmen menjaga keberlanjutan program tersebut sebagai bentuk keberpihakan terhadap dunia pendidikan.

Menurut Amsakar, pendidikan merupakan investasi jangka panjang sehingga pemerintah harus menghadirkan kebijakan yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

“Program ini merupakan komitmen kami bersama Ibu Li Claudia agar tidak ada orang tua yang terbebani biaya seragam ketika anaknya memasuki tahun ajaran baru. Pemerintah harus hadir memberikan solusi sekaligus memastikan seluruh anak dapat bersekolah dengan nyaman,” ujar Amsakar.

52.835 Siswa SD dan SMP Dapat Seragam Gratis

Pada tahun ajaran 2026/2027, Pemko Batam akan menyalurkan 52.835 set seragam sekolah kepada siswa baru SD dan SMP.

Untuk jenjang SMP, pemerintah menyiapkan 26.501 set seragam sekolah dan 26.501 baju Melayu.

Sementara untuk jenjang SD, sebanyak 26.334 set seragam sekolah dan 26.334 baju Melayu disiapkan bagi siswa baru.

Dengan program tersebut, sebanyak 52.835 siswa baru SD dan SMP akan mendapatkan bantuan perlengkapan seragam. Masing-masing siswa menerima dua set seragam.

Program ini mencakup siswa baru di sekolah negeri serta sekolah swasta yang berpartisipasi.

Pemko Batam berharap bantuan tersebut dapat mengurangi pengeluaran orang tua ketika memasuki tahun ajaran baru. Dana yang biasanya digunakan untuk membeli seragam dapat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan lainnya.

Seragam Gratis Batam Diperkirakan Dibagikan September-Oktober

Meski tahun ajaran baru 2026/2027 telah dimulai pada 20 Juli 2026, seragam gratis tersebut belum langsung dibagikan kepada siswa.

Pemko Batam saat ini masih melakukan pendataan ukuran atau size seragam masing-masing siswa penerima.

Proses distribusi seragam diperkirakan berlangsung pada akhir September atau awal Oktober 2026.

Karena itu, Amsakar meminta sekolah tidak membebani orang tua siswa baru dengan kewajiban membeli atau menggunakan seragam tertentu sebelum bantuan seragam gratis dari pemerintah diterima.

“Dengan demikian, kami mengimbau kepada seluruh kepala sekolah di tingkat SD dan SMP negeri dan swasta untuk tidak memaksakan siswa baru untuk menggunakan seragam sekolah sampai dengan seragam gratis didistribusikan,” kata Amsakar.

Pemko Batam Ingatkan Sekolah Jangan Bebani Orang Tua

Amsakar menilai program seragam gratis bukan sekadar bantuan perlengkapan sekolah. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan setiap anak di Batam memperoleh kesempatan pendidikan yang setara.

Dengan tersedianya seragam secara gratis, siswa diharapkan dapat mengikuti kegiatan belajar sejak awal tahun ajaran tanpa terkendala kebutuhan perlengkapan sekolah.

Kebijakan tersebut juga menjadi bentuk perhatian Pemko Batam terhadap kondisi ekonomi keluarga, terutama ketika kebutuhan pendidikan meningkat pada awal tahun ajaran.

Pendidikan Batam Tak Hanya Seragam Gratis

Komitmen Pemko Batam terhadap sektor pendidikan tidak berhenti pada pembagian seragam gratis.

Pada 2026, pemerintah juga menjalankan berbagai pembangunan dan rehabilitasi fasilitas pendidikan di Kota Batam.

Pembangunan tersebut mencakup unit sekolah baru, ruang kelas, laboratorium, toilet, hingga rehabilitasi ruang belajar di sejumlah SD dan SMP.

Menurut Amsakar, pembangunan infrastruktur pendidikan diperlukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

“Kami ingin setiap anak di Batam memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang. Pendidikan adalah fondasi kemajuan daerah. Karena itu, pemerintah akan terus hadir melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Amsakar. (R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *