Batam-(NagoyaPos.Com) – PT Pegadaian (Persero) bersama Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) kembali memperkuat komitmen dalam mencegah dan menurunkan angka stunting melalui program Merdeka Stunting 2026.
Mengusung tema “Gerakan Bersama Pegadaian–POGI Menuju Indonesia Emas Bebas Stunting”, kegiatan tersebut digelar serentak di 36 titik di berbagai wilayah Indonesia. Di Provinsi Riau, pelaksanaan dipusatkan di Kantor Wilayah PT Pegadaian Pekanbaru, Sabtu (22/8).
Sebanyak 30 ibu hamil yang terdiri dari nasabah Pegadaian dan masyarakat sekitar mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan sejumlah layanan kesehatan secara gratis, mulai dari pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan USG menggunakan mesin USG 4D, konsultasi parenting bersama dokter spesialis obstetri dan ginekologi, hingga pemberian multivitamin dan suplementasi gizi.
Dukungan suplementasi gizi dalam kegiatan ini diberikan PT Dexa Medica Jakarta. Salah satu produk suplemen yang dibagikan bahkan diperkenalkan pertama kali dalam momentum Merdeka Stunting 2026.
Selain layanan kesehatan, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai SPRIN (Selamatkan Perempuan Indonesia), pemenuhan kebutuhan gizi selama kehamilan, serta pentingnya pencegahan stunting sejak masa kehamilan.
Khusus di Riau, kegiatan tersebut dilengkapi dengan pemeriksaan mata gratis yang didukung dokter spesialis mata dari Riau Eye Centre Pekanbaru. Pemeriksaan dilakukan menggunakan peralatan dan teknologi kesehatan mata terkini.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kantor Wilayah II Pekanbaru, melalui Abdul Malik, mengatakan program Pegadaian Peduli merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
“Melalui Pegadaian Peduli, kami ingin memastikan bahwa keberadaan Pegadaian tidak hanya memberikan manfaat melalui layanan keuangan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program sosial yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia mengatakan Merdeka Stunting 2026 merupakan rangkaian kegiatan yang sebelumnya telah dilaksanakan di Pegadaian Cabang Solok bersama POGI Sumatera Barat. Setelah Pekanbaru, kegiatan serupa akan dilanjutkan di Batam melalui kolaborasi Pegadaian dan POGI Kepulauan Riau.
Menurutnya, sinergi dengan POGI menjadi bukti bahwa dunia usaha dan organisasi profesi dapat bersama-sama memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Ketua POGI Cabang Riau, dr. Hendry Adi Syaputra, M.Ked (OG), Sp.OG, menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan gerakan nyata dan kolaborasi lintas sektor.
Ia menyebut berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, prevalensi stunting di Provinsi Riau menunjukkan tren penurunan dari 22,3 persen pada 2021 menjadi 17 persen pada 2022.
“Kami sangat mengapresiasi komitmen luar biasa dari PT Pegadaian bekerja sama dengan POGI yang bersedia memfasilitasi gerakan mulia ini di 36 kota POGI Cabang dengan 16 Unit Kantor Wilayah Pegadaian,” katanya.
Ia menilai kolaborasi antara Pegadaian dan POGI menjadi salah satu langkah penting dalam mempercepat upaya mewujudkan Indonesia bebas stunting.
Apresiasi juga disampaikan Wakil Wali Kota Pekanbaru H. Markarius Anwar, ST, M.Arch. Ia menilai program Merdeka Stunting sejalan dengan agenda nasional dalam mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas yang sehat dan bebas stunting.
“Kami mengapresiasi seluruh pihak atas terselenggaranya kegiatan Merdeka Stunting ini, kepada Pemerintah Kota, POGI, Dinas Kesehatan sebagai leading sector dan kolaborasi dari PT Pegadaian Kantor Wilayah Pekanbaru,” ujarnya.
Menurutnya, penanganan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Keterlibatan dunia usaha, organisasi profesi, tenaga kesehatan dan masyarakat sangat dibutuhkan agar upaya pencegahan dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Penanganan stunting ini bukannya tugas pemerintah saja. Tentu harapan kami seluruh stakeholder terlibat,” tambahnya.
Pelaksanaan Merdeka Stunting 2026 di Pekanbaru turut didukung sejumlah mitra kesehatan, seperti RS Zainab, RS Syafira, RS Hermina, D’Lima Clinic dan Bakti Clinic, serta Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru.
Melalui kolaborasi tersebut, kegiatan tidak hanya memberikan layanan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama kehamilan, memenuhi kebutuhan nutrisi, melakukan pemeriksaan rutin dan mencegah stunting sejak dini.
Program Merdeka Stunting 2026 diharapkan menjadi bagian dari gerakan bersama yang konsisten dalam memastikan ibu hamil memperoleh akses terhadap informasi dan layanan kesehatan berkualitas. Upaya tersebut sekaligus menjadi investasi untuk melahirkan generasi Indonesia yang sehat, berkualitas dan bebas stunting. (*)
Reporter : RY














