<

Komisi III DPRD Batam Tinjau langsung kondisi warga Bengkong Sarmen Raya yang mengalami gangguan distribusi air bersih selama IIITahun Lebih

Komisi III DPRD Batam Tinjau Langsung Kondidi Warga Bengkong Sarmen Raya,Mengalami Gangguan Air Bersih Selams IIi Tahun Lebih

Batam-(NagoyaPos.Com)- Krisis air bersih yang melanda warga Perumahan Bengkong Sarmen Raya, Kecamatan Bengkong, belum juga menemukan solusi. Sedikitnya 60 rumah di RT 04/RW 05 mengalami gangguan aliran air yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun. Kondisi semakin parah dalam tiga bulan terakhir karena air disebut mati total.

Sebelumnya, warga masih bisa mendapatkan air pada dini hari, meski debitnya sangat kecil. Air biasanya hanya mengalir sekitar pukul 01.00 hingga 04.00 WIB. Kondisi itu memaksa warga begadang untuk menampung air demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Awalnya air hanya mengalir dini hari dan sangat kecil. Tiga bulan terakhir malah mati total,” ujar Habibi, warga setempat sekaligus Ketua Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Batam.

Menurut Habibi, persoalan tersebut sangat mengganggu aktivitas warga. Untuk memenuhi kebutuhan mandi, mencuci hingga keperluan rumah tangga lainnya, warga terpaksa mencari sumber air alternatif.

Bahkan, kondisi paling sulit dirasakan ketika ada warga yang meninggal dunia. Habibi menyebut warga pernah terpaksa mengambil air dari masjid di perumahan lain untuk memenuhi kebutuhan memandikan jenazah.

Keluhan tersebut akhirnya dibawa Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Batam bersama warga dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Kota Batam. Pertemuan itu dihadiri anggota Komisi III, di antaranya Arlon Veristo, Anang Adhan, Suryanto dan Nur Laila.

Dalam RDP tersebut, warga meminta DPRD Batam mendorong pihak terkait segera mencari solusi atas persoalan distribusi air bersih yang tak kunjung normal.

Menanggapi keluhan tersebut, Arlon Veristo mengatakan pihaknya memahami keresahan warga. Ia memastikan persoalan tersebut akan ditindaklanjuti bersama anggota Komisi III dengan melibatkan pihak terkait.

“Tentu ini akan kami tindak lanjuti dan akan menjadi pembahasan utama kami bersama, termasuk memanggil pihak-pihak terkait atas berbagai persoalan yang disampaikan,” ujar Arlon.

Tidak berhenti pada RDP, Komisi III DPRD Batam langsung menghubungi PT Air Batam Hilir (ABH) dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam untuk menyampaikan persoalan yang dialami warga. Komisi III juga turun langsung ke lapangan bersama pihak PT ABH dan SPAM Batam untuk melihat kondisi warga terdampak.

Langkah tersebut mendapat apresiasi dari warga. Habibi berharap kunjungan lapangan tidak sekadar menjadi respons sementara, tetapi menghasilkan solusi yang benar-benar bisa mengembalikan pelayanan air bersih secara normal.

“Kami mengapresiasi langkah cepat Komisi III DPRD Kota Batam yang telah menerima keluhan warga dan langsung turun ke lapangan melihat kondisi masyarakat. Harapan kami, persoalan air bersih di Bengkong Sarmen Raya ini segera diselesaikan sehingga warga dapat kembali mendapatkan pelayanan air yang layak dan normal,” katanya.

Habibi berharap persoalan yang telah berlangsung bertahun-tahun itu tidak kembali berulang. Warga juga meminta adanya solusi permanen agar kebutuhan dasar berupa air bersih dapat terpenuhi tanpa harus menunggu hingga dini hari atau mencari sumber air dari kawasan lain.

Arlon menegaskan, pemenuhan kebutuhan air bersih merupakan bagian dari hak masyarakat yang harus diperjuangkan. Ia berharap ABH dan SPAM dapat memenuhi komitmen pelayanan kepada warga.

“Harapan kita ABH dan SPAM bisa menepati janjinya kepada masyarakat, meningkatkan layanan mereka agar distribusi air ke masyarakat terpenuhi. Dan kita DPRD Batam harus memperjuangkan hak-hak masyarakat,” pungkasnya. (*)

 

 

Reporter : RY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *