Batam, Nagoyapos – Badan Pengusahaan (BP) Batam tengah menyiapkan langkah besar untuk lima tahun ke depan melalui pengembangan lima kawasan strategis yang akan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi kota ini. Proyek ambisius tersebut tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) BP Batam 2025–2029, yang menargetkan Batam menjadi kota modern, berdaya saing tinggi, dan berkelas dunia.
Lima kawasan yang akan dikembangkan meliputi:
1. Episentrum Teluk Tering di Batam Center,
2. New Nagoya di Lubuk Baja,
3. Waduk Baloi,
4. Koridor Bandara Hang Nadim–Nongsa, dan
5. Koridor Pelabuhan Batu Ampar–Sekupang.
Kelima kawasan tersebut masuk dalam Wilayah Penataan dan Pengembangan (WPP) yang akan menjadi fokus utama BP Batam hingga tahun 2029.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan bahwa pengembangan ini merupakan bagian dari strategi besar dalam mempercepat transformasi ekonomi dan tata kota Batam. Dari seluruh proyek, New Nagoya disebut sebagai kawasan yang paling siap untuk segera direalisasikan.
“New Nagoya akan menjadi wajah baru Batam yang lebih modern dan tertata. Kawasan ini diharapkan mampu menjadi magnet baru bagi wisatawan dan pelaku usaha,” ujar Amsakar di Batam, Senin (13/10/2025).
Sementara itu, Episentrum Teluk Tering akan dikembangkan sebagai pusat aktivitas terpadu yang menghadirkan ruang terbuka hijau, fasilitas publik, dan konsep kota berkelanjutan. Proyek ini menjadi bagian dari transformasi besar wajah perkotaan Batam agar sejajar dengan kota-kota modern di Asia.
Langkah pengembangan tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat yang menekankan penguatan kawasan strategis nasional untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi hingga 8%.
Tidak Berfokus Pembangunan Fisik
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa pembenahan kota tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan layanan perizinan dan kemudahan investasi.
“Kami ingin Batam menjadi kota yang nyaman, tertata, dan berdaya saing tinggi. Pembenahan ini kami padukan dengan kebijakan pro-investasi agar pelaku usaha bisa tumbuh bersama pemerintah,” jelas Li Claudia.
Untuk mempercepat realisasi, BP Batam membuka peluang investasi bagi pengusaha lokal maupun asing. Skema kemitraan publik-swasta (Public Private Partnership/PPP) sedang disiapkan agar proyek dapat berjalan lebih cepat dan efisien.
“Pembangunan ini adalah tanggung jawab bersama. Kami mengundang dunia usaha untuk ikut berkontribusi menjadikan Batam sebagai pusat ekonomi regional dan nasional,” tambahnya.
Dengan perencanaan matang dan kolaborasi lintas sektor, BP Batam optimistis bahwa lima kawasan strategis ini akan menjadi poros baru pertumbuhan ekonomi yang memperkuat posisi Batam sebagai pintu gerbang investasi dan pariwisata internasional. (fjr)


















