Bulog Pastikan 1.250 Ton Beras Premium Makassar Masuk Batam dan Karimun Akhir Januari

Bulog Pastikan 1.250 Ton Beras Premium Makassar Masuk Batam dan Karimun Akhir Januari
Bulog Batam pastikan beras premium dari Makassar tetap masuk (ilustrasi)

Batam, Nagoyapos – Perum Bulog memastikan pasokan beras premium asal Makassar tetap akan masuk ke wilayah Kepulauan Riau (Kepri) pada akhir Januari 2026. Kepastian ini disampaikan meski hingga kini belum seluruh distributor memberikan respons atas atensi Kementerian Pertanian (Kementan).

Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Batam, Guido XL Pereira, mengatakan belum adanya tanggapan dari sejumlah distributor masih tergolong wajar. Pasalnya, stok beras yang dimiliki distributor di Batam dinilai masih aman hingga Maret 2026.

Example 300x600

“Belum ada respons dari distributor. Tapi itu wajar, karena sesuai hasil rapat, stok mereka masih cukup sampai Maret,” ujar Guido, Selasa (20/1).

Guido menjelaskan, distributor hingga saat ini masih terus mendatangkan beras dari Pulau Jawa dan Sumatra. Namun, kenaikan harga di daerah penghasil membuat margin keuntungan distributor semakin menipis ketika beras tiba di Batam.

“Beras tetap masuk, tapi marginnya kecil. Harga di daerah penghasil naik, sementara saat sampai di Batam tidak bisa ikut naik,” jelasnya.

Pasokan dari Makassar Tetap Masuk

Terkait pasokan dari Makassar, Bulog memastikan pengiriman 1.250 ton beras premium tetap berjalan. Rinciannya, sebanyak 1.000 ton dialokasikan untuk Batam dan 250 ton untuk Karimun. Saat ini, Bulog masih menunggu kepastian ketersediaan kapal pengangkut.

“Beras dari Makassar tetap dikirim. Stoknya sudah siap, tinggal cari kapal. Target saya sebelum akhir bulan sudah masuk,” kata Guido.

Ia menambahkan, pengangkutan tidak dapat dilakukan sekaligus dalam jumlah besar karena keterbatasan kapasitas kapal. Umumnya, satu kapal juga membawa muatan lain sehingga proses distribusi memerlukan waktu sekitar satu hingga dua minggu.

Untuk distribusi ke Karimun, Bulog akan menyesuaikan skema pengangkutan dengan kondisi pelabuhan setempat.

Guido menegaskan, hasil rapat Bulog bersama distributor pada prinsipnya adalah saling mendukung dalam menjaga ketersediaan beras di pasar. Selama harga dan kualitas memenuhi ketentuan, distributor tetap dilibatkan dalam penyaluran.

“Yang penting tidak ada kekurangan beras. Stok harus standby dan bisa dikomunikasikan dengan Satgas Pangan,” tegasnya.

Stok Beras 11 Ton

Saat ini, stok beras premium Bulog di Batam tersisa sekitar 11 ton dan diperkirakan akan segera habis karena sudah banyak diserap pedagang.

“Sudah hampir habis. Pasti habis,” ujarnya singkat.

Terkait preferensi konsumen, Guido mengakui Bulog tidak bisa memaksakan satu jenis beras kepada masyarakat. Namun, Bulog terus berupaya meningkatkan citra dan kualitas beras lokal.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil, terutama setelah Bulog bekerja sama dengan Polda Kepri dan berbagai pihak lainnya. Penjualan beras SPHP kini mengalami peningkatan.

“Sudah mulai naik. Di Karimun, sekitar 5 sampai 10 ton SPHP habis karena masyarakat sudah tahu kualitasnya bagus,” katanya.

Bulog pun menegaskan komitmennya untuk menjaga ketersediaan beras di Kepri, termasuk melalui operasi pasar jika diperlukan.

“Yang jelas, kami komitmen stok aman dan tidak terjadi kekurangan,” pungkasnya. (r)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *