Dua Pekan Kosong! Minyak Goreng Subsidi Minyakita Hilang dari Pasaran Batam

Sempat Langka di Batam, Stok Minyakita Kini Mulai Normal! Bulog Pastikan Harga Tetap Rp15.700
Bulog pastikan stok minyakita kembali normal di Batam (ilustrasi)

Batam, Nagoyapos.com – Minyak goreng subsidi Minyakita dilaporkan langka di sejumlah toko eceran kawasan Batam Center. Stok bahkan disebut telah kosong hingga dua pekan terakhir, membuat warga kesulitan mendapatkan minyak dengan harga terjangkau.

Salah satu pemilik toko eceran, Ahong, mengaku sudah hampir dua minggu tidak lagi menerima pasokan Minyakita.

Example 300x600

“Kurang lebih dua minggu. Ini cuma ada minyak merek premium, harganya juga mahal,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Kelangkaan ini langsung dirasakan masyarakat. Sri, ibu rumah tangga yang tinggal di sekitar Batam Center, mengaku sudah berkeliling mencari Minyakita namun belum berhasil menemukannya.

“Kalau Minyakita kan lebih ekonomis. Kalau yang premium mahal,” katanya.

Harga Melonjak, Warga Tertekan

Dengan sulitnya Minyakita ditemukan, warga terpaksa beralih ke minyak goreng premium yang harganya jauh lebih tinggi. Saat ini, minyak premium dijual di kisaran Rp35.000 hingga Rp45.000 per liter, jauh di atas harga minyak subsidi yang diatur pemerintah.

Kondisi ini membuat beban pengeluaran rumah tangga meningkat, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah yang selama ini bergantung pada Minyakita.

Disperindag: Stok Masih Aman

Meski terjadi kelangkaan di lapangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam memastikan pasokan minyak goreng secara umum masih dalam kondisi aman.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Batam, Wahyu Daryatin, mengakui adanya penurunan stok, namun menegaskan kebutuhan masyarakat masih terpenuhi.

“Kebutuhan di Batam rata-rata masih terpenuhi. Memang ada sedikit penurunan stok, tapi secara umum masih aman,” ujarnya.

Dipengaruhi Faktor Global

Menurut Wahyu, kondisi ini tidak lepas dari pengaruh eksternal, termasuk dinamika global yang berdampak pada rantai pasok pangan.

“Minyak goreng ini kondisinya sama, ada pengaruh global. Tapi tidak terkait langsung dengan produksi di Batam,” jelasnya.

Pasokan minyak goreng di Batam selama ini bergantung pada distribusi dari Medan, Pekanbaru, dan Jakarta, selain dari produsen lokal. Kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dari pemerintah pusat menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan Minyakita di pasar.

Distribusi Jadi Penentu

Disperindag memperkirakan pasokan dalam waktu dekat masih relatif aman, namun tetap bergantung pada kelancaran distribusi nasional.

“Sampai saat ini masih aman. Ke depan tentu akan terus kami pantau, karena semua tergantung pada kebijakan dan kondisi distribusi nasional,” tutup Wahyu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *