<
Batam  

Kabar Terbaru! 11 Gedung Koperasi Merah Putih di Batam Selesai Dibangun, Masih Tunggu Instruksi Pusat

Kabar Terbaru! 11 Gedung Koperasi Merah Putih di Batam Selesai Dibangun, Masih Tunggu Instruksi Pusat
Sebanyak 11 Kopdes Merah Putih di Batam telah selesai dibangun (ilustrasi)

Batam, Nagoyapos.com – Program pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di Kota Batam terus menunjukkan progres signifikan. Hingga pertengahan Juni 2026, sebanyak 11 bangunan koperasi telah rampung 100 persen dan siap digunakan.

Meski demikian, operasional penuh koperasi tersebut masih harus menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat terkait jenis usaha yang akan dijalankan serta pengisian sarana dan prasarana pendukung.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) Kota Batam, Salim, mengatakan pembangunan Kopdes Merah Putih merupakan bagian dari program nasional untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui pengembangan koperasi modern di tingkat desa dan kelurahan.

“Untuk yang sudah selesai 100 persen ada 11 lokasi. Beberapa lainnya sudah mencapai progres sekitar 80 persen, sedangkan sisanya masih dalam tahap pembangunan dan penyiapan lahan,” kata Salim, Rabu (17/6).

Dari total 64 lokasi yang direncanakan di Kota Batam, sebanyak 42 titik saat ini masuk dalam daftar pembangunan yang dikoordinasikan bersama Kodim 0316/Batam.

Sebelas koperasi yang telah selesai dibangun berada di Kelurahan Tembesi, Sambau, Batu Besar, Sungai Langkai, Sungai Pelunggut, Mangsang, Tiban Indah, Duriangkang, Sungai Harapan, Sungai Lekop, dan Patam Lestari.

Sementara itu, tiga lokasi lainnya yakni Kelurahan Bukit Tempayan, Sungai Binti, dan Tanjung Piayu telah mencapai progres pembangunan sekitar 80 persen.

Masih Menunggu Arahan Pemerintah Pusat

Meski bangunan fisik mulai berdiri dan siap digunakan, Pemerintah Kota Batam belum dapat menentukan secara penuh aktivitas usaha yang akan dijalankan di masing-masing koperasi.

Menurut Salim, pemerintah pusat masih menyusun petunjuk teknis terkait pengelolaan usaha, sarana pendukung, hingga model operasional yang akan diterapkan.

“Kami masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait sarana-prasarana dan bentuk usaha koperasi yang akan dijalankan. Jadi untuk pengisian gerai dan aktivitas usaha masih menunggu petunjuk lebih lanjut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap Kopdes Merah Putih nantinya tidak akan memiliki model bisnis yang sama. Jenis usaha akan disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi ekonomi masyarakat di masing-masing wilayah.

“Rata-rata akan ada gerai kebutuhan pokok. Namun ada juga yang menjual LPG, bahkan beberapa direncanakan menyediakan obat-obatan sesuai kebutuhan masyarakat setempat,” jelas Salim.

Kopdes Sagulung Kota Sudah Beroperasi

Salim mencontohkan Kopdes Merah Putih di Kelurahan Sagulung Kota yang sudah mulai beroperasi meskipun pembangunan gedungnya belum sepenuhnya selesai.

Koperasi tersebut telah melayani kebutuhan masyarakat melalui penjualan sembako, LPG, hingga obat-obatan.

“Di Sagulung Kota koperasinya sudah berjalan. Ini menjadi gambaran bahwa koperasi bisa langsung memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat meski pembangunan fisiknya masih berlangsung,” katanya.

Kendala Lahan Masih Diselesaikan

Selain pembangunan fisik gedung, Pemko Batam juga masih menyelesaikan sejumlah persoalan administrasi lahan di beberapa lokasi.

Dari 22 lokasi yang masih dalam tahap persiapan, lahan yang digunakan berasal dari aset Pemerintah Kota Batam, hibah masyarakat, hingga lahan milik BP Batam.

“Mayoritas menggunakan lahan Pemko Batam, ada juga hibah dari masyarakat dan sebagian milik BP Batam. Beberapa lokasi masih menyelesaikan administrasi lahannya,” ujar Salim.

Pemko Batam berharap seluruh pembangunan Kopdes Merah Putih dapat segera dituntaskan sehingga koperasi tersebut tidak hanya menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok masyarakat, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat kelurahan dan desa.

Dengan hadirnya Kopdes Merah Putih, pemerintah menargetkan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui akses yang lebih mudah terhadap kebutuhan pokok, energi rumah tangga, hingga layanan ekonomi lainnya yang berbasis koperasi.

Editor: Risman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *