<

Investasi Batam Melonjak 72,83 Persen, Amsakar: Bukti Kepercayaan Investor Kian Kuat

Aktivitas pembangunan dan industri di Batam terus menunjukkan geliat positif. Sepanjang 2025, realisasi investasi mencapai Rp44,01 triliun atau tumbuh 72,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya, didorong perbaikan regulasi dan percepatan pembangunan infrastruktur.

Batam-(NagoyaPos.Com) – Batam kembali menunjukkan posisinya sebagai salah satu daerah tujuan investasi paling menjanjikan di Indonesia. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan ketatnya persaingan antarwilayah, realisasi investasi di Batam justru mencatat lonjakan signifikan sepanjang tahun 2025 dan terus berlanjut pada awal 2026.

Berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi Batam sepanjang 2025 mencapai Rp44,01 triliun. Angka tersebut tumbuh 72,83 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp25,46 triliun dan melampaui target investasi tahun 2025 sebesar Rp36,9 triliun.

Sementara itu, berdasarkan metode perhitungan investasi yang dikembangkan BP Batam, total investasi yang terealisasi bahkan mencapai Rp69,30 triliun atau 115,5 persen dari target BP Batam sebesar Rp60 triliun.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menilai capaian tersebut menjadi bukti kuat meningkatnya kepercayaan investor terhadap Batam sebagai kawasan investasi strategis.

“Data ini menunjukkan bahwa Batam tetap menjadi kawasan yang dipercaya investor. Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, Batam justru mampu mencatat pertumbuhan investasi yang semakin kuat. Ini menjadi bukti bahwa iklim investasi Batam terus membaik dan semakin kompetitif,” ujar Amsakar.

Menurutnya, pertumbuhan investasi tersebut tidak terlepas dari berbagai langkah pembenahan yang dilakukan BP Batam dan pemerintah, mulai dari penyederhanaan layanan investasi, reformasi regulasi, hingga percepatan pembangunan infrastruktur pendukung.

Lonjakan terbesar terjadi pada sektor Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Sepanjang 2025, nilai PMDN mencapai Rp18,43 triliun atau tumbuh 125,86 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp8,16 triliun.

Di sisi lain, Penanaman Modal Asing (PMA) juga mencatat kinerja positif dengan nilai investasi mencapai Rp25,58 triliun atau meningkat 47,81 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp17,30 triliun. Singapura masih menjadi investor terbesar di Batam, disusul sejumlah negara mitra strategis lainnya.

Tren positif tersebut berlanjut pada Triwulan I tahun 2026. Realisasi investasi Batam periode Januari-Maret 2026 mencapai Rp17,4 triliun atau tumbuh 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari jumlah tersebut, PMA mencapai Rp8,8 triliun, sedangkan PMDN sebesar Rp8,5 triliun. Lima negara investor terbesar berasal dari Singapura, Hong Kong, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang.

Tak hanya tumbuh dari sisi nilai, kualitas investasi yang masuk ke Batam juga semakin baik. Investasi didominasi sektor bernilai tambah tinggi seperti industri mesin dan elektronik dengan kontribusi 23,65 persen, industri kimia dan farmasi 21,18 persen, jasa lainnya 17,70 persen, serta kawasan industri dan properti sebesar 13,09 persen.

Amsakar optimistis tren pertumbuhan investasi akan terus berlanjut, terutama setelah terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2025 yang memperluas wilayah Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam dari delapan pulau menjadi 22 pulau.

Dengan perluasan tersebut, luas kawasan KPBPB Batam meningkat dari sekitar 71.500 hektare menjadi 152.686 hektare, membuka ruang yang lebih besar bagi pengembangan industri, logistik, pariwisata, energi, dan sektor ekonomi masa depan.

Selain itu, BP Batam juga terus mempercepat pembangunan berbagai infrastruktur strategis seperti jalan, drainase, pelabuhan, bandara, sistem penyediaan air minum, instalasi pengolahan air limbah, hingga fasilitas pelayanan publik.

“Kami ingin memastikan setiap investor mendapatkan kepastian usaha, dukungan infrastruktur yang memadai, serta pelayanan yang cepat dan profesional. Dengan begitu, investasi yang masuk tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Amsakar. (*)

 

 

Reporter : RY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *