<
Batam  

Kapal Batam-Singapura Tenggelam di Jalur Tersibuk Dunia, Seluruh Kru Selamat

Petugas melakukan penanganan pasca tenggelamnya KM Batam Indah 9 di wilayah Traffic Separation Scheme (TSS) Selat Malaka dan Selat Singapura, Selasa (23/6). Seluruh delapan awak kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara penyebab tenggelamnya kapal masih dalam proses investigasi.

Batam-(NagoyaPos.Com) – KM Batam Indah 9 dilaporkan tenggelam di wilayah Traffic Separation Scheme (TSS) Selat Malaka dan Selat Singapura, Selasa (23/6/2026) pagi. Beruntung, seluruh awak kapal yang berjumlah delapan orang berhasil menyelamatkan diri dan dievakuasi dalam keadaan selamat.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam, Takwin Masuku, mengatakan kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Sekupang menuju Singapura sekitar pukul 06.25 WIB.

Namun, hanya sekitar 10 menit setelah berlayar, KM Batam Indah 9 dilaporkan tenggelam di salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia tersebut.

“KM Batam Indah 9 berlayar dari Pelabuhan Sekupang menuju Singapura sekitar pukul 06.25 WIB. Kemudian pada pukul 06.35 WIB kapal dilaporkan tenggelam di wilayah TSS Selat Malaka dan Selat Singapura,” ujar Takwin.

Saat insiden terjadi, seluruh awak kapal berhasil menyelamatkan diri sebelum kapal tenggelam sepenuhnya. Mereka kemudian dievakuasi oleh MV JAL KALP yang melintas di sekitar lokasi kejadian.

Selanjutnya, para awak kapal dipindahkan ke LCT Ayu 68 sebelum diserahterimakan kepada KAL Mapor. Setelah proses evakuasi selesai, seluruh awak kapal dibawa ke Dermaga Kodaeral IV Batam untuk menjalani pemeriksaan kesehatan serta dimintai keterangan awal terkait peristiwa tersebut.

Mendapat laporan kejadian, KSOP Khusus Batam langsung mengerahkan Kapal Negara KN P 376 menuju lokasi guna melakukan operasi pencarian, evakuasi, dan pemantauan.

KSOP juga berkoordinasi dengan KAL Mapor Kodaeral Batam, LCT Ayu 68, serta nelayan dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan proses penanganan berjalan cepat.

Selain fokus pada keselamatan awak kapal, petugas juga melakukan pemantauan terhadap lokasi tenggelamnya kapal guna mengantisipasi potensi gangguan terhadap keselamatan pelayaran maupun kemungkinan pencemaran lingkungan laut.

“Prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh awak kapal yang telah dievakuasi serta melakukan pengamanan lokasi kejadian,” kata Takwin.

Untuk menjaga keselamatan pelayaran, KSOP Khusus Batam juga berkoordinasi dengan Vessel Traffic Services (VTS) Batam. Melalui koordinasi tersebut, pemantauan lalu lintas kapal terus dilakukan dan peringatan navigasi disiarkan secara berkala melalui VHF Channel 16 kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi.

Hingga saat ini, penyebab pasti tenggelamnya KM Batam Indah 9 masih dalam proses investigasi. KSOP Khusus Batam memastikan seluruh delapan awak kapal berhasil diselamatkan dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan pascakejadian serta mengantisipasi dampak yang mungkin timbul akibat tenggelamnya kapal beserta muatannya,” tutup Takwin. (*)

 

 

Reporter : RY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *