Tanjungpinang, Nagoyapos.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dikabarkan resmi mengundurkan diri sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera XII Tahun 2027. Keputusan tersebut sontak menjadi perhatian publik olahraga karena Kepri sebelumnya telah ditunjuk untuk menggelar ajang multi event terbesar tingkat Sumatera tersebut.
Informasi pengunduran diri itu tertuang dalam surat resmi Pemerintah Provinsi Kepri yang ditujukan kepada Ketua KONI Pusat dengan nomor B/400.4/726/DISPORA-SET/2026.
Dalam surat tersebut, Pemprov Kepri menyatakan tidak dapat melanjutkan status sebagai tuan rumah Porwil Sumatera XII Tahun 2027 dan menyerahkan kembali mandat penyelenggaraan kepada KONI melalui KONI Pusat.
Keputusan itu disebut diambil setelah pemerintah daerah melakukan evaluasi dan kajian menyeluruh terhadap berbagai aspek persiapan yang dibutuhkan untuk menggelar event olahraga berskala regional tersebut.
Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan utama antara lain kesiapan infrastruktur olahraga, ketersediaan sarana dan prasarana venue pertandingan, serta kemampuan keuangan daerah dalam mendukung penyelenggaraan Porwil melalui APBD Tahun 2027.
Berdasarkan hasil kajian tersebut, Pemprov Kepri menilai belum dapat memenuhi standar kesiapan yang dipersyaratkan untuk menjadi tuan rumah pada tahun pelaksanaan mendatang.
Selain itu, langkah mundur tersebut juga disebut sebagai upaya agar penyelenggaraan Porwil Sumatera XII tetap dapat berjalan optimal di daerah yang dinilai lebih siap dari sisi fasilitas maupun dukungan anggaran.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kepulauan Riau, Darson, membenarkan kabar bahwa Pemprov Kepri telah resmi mengundurkan diri sebagai tuan rumah Porwil Sumatera XII Tahun 2027.
“Ya, benar,” ujar Darson, Rabu (24/6/2026).
Meski demikian, Darson enggan membeberkan secara rinci faktor-faktor lain yang melatarbelakangi keputusan tersebut.
Efisiensi Anggaran
Ia hanya menyinggung kondisi efisiensi anggaran yang saat ini terjadi di berbagai sektor pemerintahan, termasuk pada kegiatan olahraga nasional.
“Ya, saat ini adanya efisiensi. Banyak kegiatan Kemenpora batal karena efisiensi,” katanya singkat.
Keputusan mundurnya Kepri dari status tuan rumah Porwil Sumatera XII diperkirakan akan menjadi bahan pembahasan lebih lanjut di tingkat KONI Pusat untuk menentukan daerah pengganti yang siap melaksanakan ajang tersebut.
Porwil Sumatera sendiri merupakan ajang olahraga multi event empat tahunan yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari provinsi-provinsi di Pulau Sumatera. Selain menjadi ajang prestasi, Porwil juga menjadi sarana pemanasan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).
Mundurnya Kepri sebagai tuan rumah tentu menjadi kabar yang mengejutkan bagi insan olahraga daerah. Pasalnya, penyelenggaraan Porwil dinilai dapat memberikan dampak positif terhadap sektor olahraga, pariwisata, hingga perekonomian daerah melalui peningkatan kunjungan atlet, ofisial, dan pendukung dari berbagai provinsi.
Kini perhatian tertuju pada langkah KONI Pusat dalam menentukan daerah yang akan menggantikan Kepulauan Riau sebagai tuan rumah Porwil Sumatera XII Tahun 2027.
Risman














