Batam, Nagoyapos.com – Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, kini resmi melayani penerbangan langsung ke Jeddah, Arab Saudi, untuk melayani kebutuhan perjalanan ibadah umrah. Penerbangan perdana rute Batam–Jeddah ini dibuka secara resmi pada Sabtu, 12 Juli 2025, oleh maskapai Lion Air.
District Manager Lion Group Batam, Amar Fernando, mengatakan peluncuran rute baru ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan kemudahan dan efisiensi bagi para jemaah. Menurut dia, rute ini memangkas waktu perjalanan secara signifikan dan mengurangi kelelahan akibat transit.
“Ini bukan hanya sekadar penerbangan, melainkan wujud nyata komitmen kami untuk memberikan kenyamanan bagi jemaah. Dengan penerbangan langsung ini, waktu tempuh menjadi sekitar delapan jam tanpa perlu transit,” ujar Amar.
Sementara itu, Pjs. Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Annang Setia Budhi, menyebut penerbangan umrah langsung ini dijadwalkan satu kali setiap minggu, tepatnya setiap hari Sabtu, dengan kapasitas 433 kursi dalam satu kali penerbangan.
“Penerbangan umrah hari ini merupakan penerbangan pertama. Jadwal penerbangan telah penuh hingga Maret 2026,” ungkap Annang.
Pembukaan rute Batam–Jeddah pulang pergi (PP) menjadi angin segar bagi masyarakat Batam dan Kepulauan Riau yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh ke bandara lain untuk mengakses penerbangan internasional umrah.
Rute Penerbanngan Internasional Hang Nadim
Annang juga mengungkapkan bahwa pembukaan rute ini turut menambah daftar rute penerbangan internasional yang dilayani Bandara Hang Nadim. Saat ini, penerbangan internasional dari Batam meliputi rute ke Kuala Lumpur (Malaysia), Incheon (Korea Selatan), dan kini Jeddah (Arab Saudi).
“Ke depan, kami juga tengah menjajaki pembukaan rute Batam–Penang, Batam–Melaka, dan Batam–Don Mueang (Thailand) bekerja sama dengan Lion Air dan AirAsia,” tambahnya.
Manajemen Bandara Internasional Hang Nadim turut mengingatkan para jemaah untuk memperhatikan aturan keselamatan penerbangan. Mereka diimbau menyimpan dokumen penting seperti paspor dan uang tunai di dalam tas kabin, bukan di bagasi tercatat. Selain itu, barang bawaan tidak boleh mengandung benda tajam, cairan lebih dari 100 ml, atau bahan yang mudah terbakar.
“Kami minta seluruh jemaah memperhatikan keselamatan selama perjalanan, demi kenyamanan bersama,” ujar Annang.
Dengan pembukaan rute ini, Batam semakin memperkuat posisinya sebagai gerbang utama perjalanan internasional dari wilayah barat Indonesia, terutama untuk perjalanan ibadah dan pariwisata religi. (al)


















