Batam, Nagoyapos – Langkah besar diambil oleh PT PLN Batam dalam memperkuat ketahanan energi di Kepulauan Riau. Perusahaan resmi menandatangani Perjanjian Fasilitas Sindikasi Pembiayaan dengan prinsip syariah Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT) bersama tiga lembaga keuangan ternama: PT Bank Maybank Indonesia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).
Kesepakatan ini menjadi penanda dimulainya realisasi proyek strategis nasional Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Batam #1 dengan kapasitas 120 megawatt (MW) — sebuah proyek penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi di Batam.
Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, menyebut penandatanganan tersebut sebagai langkah strategis menuju pembiayaan hijau yang efisien dan berkelanjutan.
“Skema ini memungkinkan kami membangun infrastruktur strategis dengan risiko keuangan yang lebih terkendali. Model IMBT selaras dengan arah transformasi menuju pembiayaan hijau yang lebih etis dan efisien,” ujarnya.
Kwin Fo menegaskan, kerja sama ini tidak hanya sebatas transaksi finansial, melainkan sinergi antara sektor energi dan keuangan. Melalui pembiayaan berbasis syariah, PLN Batam menegaskan komitmennya terhadap prinsip keberlanjutan dan keadilan ekonomi.
Proyek PLTGU Batam #1 akan dibangun menggunakan skema Engineering, Procurement, and Construction (EPC) dan diharapkan mampu memperkuat pasokan listrik untuk kawasan industri dan permukiman Batam yang terus berkembang pesat.
“Kami ingin memastikan Batam tetap kompetitif sebagai pusat industri dan investasi,” tambahnya.
Skema IMBT: Solusi Pembiayaan Efisien dan Transparan
Skema Ijarah Muntahiyah Bittamlik (IMBT) adalah sistem sewa yang diakhiri dengan pemindahan kepemilikan aset kepada penyewa setelah masa sewa selesai. Model ini memungkinkan PLN Batam mendapatkan aset strategis tanpa menambah beban utang jangka panjang, sekaligus menjaga arus kas tetap stabil dan sehat.
Pendekatan ini mencerminkan praktik pembiayaan modern berbasis transparansi, efisiensi, dan keberlanjutan, yang kini menjadi fokus utama dalam mendukung transisi energi nasional.
Kolaborasi Keuangan untuk Energi Hijau
Dari sisi perbankan, Direktur Perbankan Global PT Bank Maybank Indonesia Tbk, Ricky Antariksa, menyatakan bahwa kolaborasi ini selaras dengan strategi Maybank Group dalam memperkuat peran sektor keuangan terhadap transisi energi di Indonesia.
“Proyek PLTGU Batam adalah contoh nyata kolaborasi keuangan berkelanjutan. Kami bangga menjadi bagian dari pembiayaan ini yang mendukung agenda energi hijau nasional,” ujar Ricky.
Maybank Indonesia bersama CIMB Niaga dan SMI berperan sebagai Joint Mandated Lead Arrangers and Bookrunners (JMLAB), dengan Maybank juga bertindak sebagai Facility Agent untuk memastikan seluruh proses berjalan efektif, transparan, dan akuntabel.
Kolaborasi ini menandai langkah nyata dunia perbankan dan sektor energi dalam menghadirkan solusi pembiayaan berorientasi keberlanjutan (Sustainability-Linked Financing) di Indonesia.
Dengan realisasi proyek PLTGU Batam 120 MW, PLN Batam semakin memperkuat posisinya sebagai motor penggerak energi bersih dan efisien di Kepulauan Riau, sekaligus mendukung target nasional menuju transisi energi hijau. (cr)













