Batam, Nagoyapos — Sebanyak 450 prajurit TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) Raider Khusus (RK) 136/Tuah Sakti (TS) siap diterjunkan ke wilayah Papua untuk melaksanakan tugas pengamanan perbatasan (Pamtas) Republik Indonesia–Papua Nugini (RI–PNG).
Yonif RK 136/TS yang sebelumnya bernama Batalyon Infanteri 134/Tuah Sakti, berada di bawah kendali Komando Resor Militer (Korem) 033/Wira Pratama (WP) dan Kodam XIX/Tuanku Tambusai, dengan markas di Jalan Trans Barelang KM 5, Tembesi, Sagulung, Batam, Kepulauan Riau (Kepri).
Komandan Batalyon sekaligus Komandan Satuan Tugas (Dansatgas), Letnan Kolonel (Letkol) Infanteri Yudi Satria Prabowo, mengatakan seluruh personel telah menjalani berbagai tahapan pelatihan intensif, mulai dari latihan basis di home base hingga simulasi tempur di medan hutan dan perkampungan.
“Mohon doa restunya, agar Batalyon Raider Khusus 136 Tuah Sakti utuh — berangkat 450, pulang 450,” ujar Letkol Yudi kepada wartawan usai menggelar doa bersama dan santunan anak yatim piatu di Markas Komando Yonif 136/TS, Rabu (12/11/2025) sore.
Pratugas di Pusdiklat Infantri
Sebelum diterjunkan ke Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, seluruh personel akan menjalani pelatihan pra-tugas selama satu bulan di Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Infanteri, Cipatat, Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar).
Mereka akan diberangkatkan dari Pelabuhan Batuampar Batam menuju Tanjung Priok Jakarta menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) pada Senin (17/11/2025) mendatang.
“Pelatihan ini sekitar satu bulan. Setelah itu, mereka langsung diberangkatkan ke Papua dan menyatu dengan pasukan yang sudah ada di sana. Kami juga akan membantu pemerintah daerah setempat menjaga keamanan dan membangun hubungan persuasif dengan masyarakat,” jelas Yudi, putra asli Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau itu.
Letkol Yudi mengungkapkan bahwa pasukannya telah menjalani pelatihan intensif selama dua bulan sejak awal tahun 2025, mulai dari tingkat batalyon hingga korem. Setelah latihan di Bandung, pasukan akan bertugas di Distrik Mulia, pusat pemerintahan Kabupaten Puncak Jaya, selama 12 bulan penuh.
“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat Batam dan Kepri agar diberikan kemudahan, kelancaran, serta kesuksesan dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan NKRI,” ujarnya.
Sebelum keberangkatan, Yonif 136/TS juga menggelar doa bersama dan penyerahan santunan kepada anak yatim piatu, yang turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Batam — sebuah tradisi rutin yang dilakukan satuan ini sebelum berangkat tugas ke daerah operasi.
Letkol Yudi berpesan agar seluruh prajurit selalu menjaga jati diri sebagai pasukan TNI Angkatan Darat, serta menjalankan tugas dengan profesional dan penuh keimanan.
“Yang terpenting, selalu ingat kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbuat terbaik untuk bangsa Indonesia,” tegasnya.














