Batam, Nagoyapos – Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau memastikan kesiapan kelistrikan PT PLN Batam berada dalam kondisi aman dan memadai menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Penilaian tersebut disampaikan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kepri, Lagat Parroha Patar Siadari, usai melakukan kunjungan kerja dan diskusi strategis ke Kantor PT PLN Batam pada akhir pekan. Kunjungan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan Ombudsman terhadap pelayanan publik, khususnya di sektor ketenagalistrikan.
Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, menjelaskan bahwa selama masa siaga kelistrikan yang berlangsung pada 15 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026, neraca daya Sistem Batam–Bintan berada dalam kondisi normal dan terkendali.
Menurutnya, daya mampu pasok saat ini tercatat 844,2 MW, sementara prediksi beban puncak tertinggi mencapai 755 MW. Dengan demikian, masih tersedia cadangan daya 79,2 MW atau reserve margin sebesar 10,5 persen.
“Kondisi ini menunjukkan sistem kelistrikan Batam–Bintan dalam keadaan aman untuk menghadapi lonjakan kebutuhan listrik selama Nataru,” ujar Kwin Fo.
Secara khusus, pada Hari Natal 25 Desember 2025, beban puncak diproyeksikan sebesar 588,8 MW dengan cadangan daya 245,4 MW. Sementara pada 1 Januari 2026, beban puncak diperkirakan 579,5 MW dengan cadangan mencapai 254,7 MW.
PLN Batam juga mencatat, proyeksi beban listrik pada periode Nataru 2025–2026 meningkat sekitar 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, PLN memastikan seluruh sistem tetap dalam kondisi siap operasi.
Selain kesiapan pembangkit, ketersediaan energi primer dipastikan aman. PLN Batam juga menyiagakan 35 posko siaga dengan dukungan 712 personel yang tersebar di seluruh wilayah operasional untuk mengantisipasi potensi gangguan.
Ombudsman Kepri mengapresiasi langkah antisipatif, kesiapan teknis, serta keterbukaan informasi yang ditunjukkan PLN Batam. Ombudsman juga mengingatkan pentingnya respons cepat petugas di lapangan apabila terjadi gangguan, agar keandalan layanan listrik tetap terjaga selama perayaan Natal dan Tahun Baru.



















