Aceh, Nagoyapos — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama seluruh operating company TelkomGroup menuntaskan pemulihan jaringan dan layanan telekomunikasi di wilayah Sumatra yang terdampak bencana alam. Memasuki pekan pertama Januari 2026, layanan TelkomGroup di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dipastikan kembali beroperasi stabil dengan tingkat availability mencapai 99,9 persen.
Capaian tersebut menandai berakhirnya fase pemulihan infrastruktur dan menjadi titik awal penguatan layanan serta dukungan sosial berkelanjutan bagi masyarakat pascabencana. Aceh, sebagai wilayah dengan dampak terparah, menjadi prioritas utama dalam proses recovery.
TelkomGroup memastikan seluruh 289 kecamatan di Aceh yang dilayani Telkomsel telah kembali on air, dengan minimal satu site aktif di setiap kecamatan.
Proses pemulihan dilakukan secara terintegrasi melalui pemanfaatan internet satelit Telkomsat, penyediaan genset standby dan mobile, sistem daya cadangan, serta optimalisasi jaringan transmisi dan akses di wilayah dengan tantangan geografis tinggi.
Pemulihan Jaringan Prioritas Utama
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan bahwa pemulihan jaringan menjadi prioritas utama sejak hari pertama bencana terjadi.
“Pemulihan jaringan telekomunikasi hingga kembali normal 100 persen menjadi fokus utama kami. Berkat kerja cepat dan kolaborasi lebih dari 2.500 tim recovery tanggap bencana TelkomGroup, seluruh wilayah terdampak kini kembali terhubung sehingga aktivitas masyarakat dan layanan publik dapat berangsur pulih,” ujar Dian.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim di lapangan serta pihak-pihak yang terlibat dalam mendukung percepatan pemulihan jaringan di wilayah terdampak.
Seiring dengan tuntasnya pemulihan infrastruktur, TelkomGroup terus memperkuat dukungan sosial melalui keterlibatan aktif dalam program Hunian Danantara (Huntara) sebagai bagian dari sinergi BUMN. Di kawasan Huntara yang dibangun di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, TelkomGroup menghadirkan akses telekomunikasi dan WiFi gratis bagi masyarakat.
Dukungan tersebut meliputi pemasangan access point WiFi di area hunian dan fasilitas umum, penguatan jaringan seluler melalui BTS eksisting dan Mobile BTS, serta pemanfaatan jaringan satelit untuk menjamin keandalan layanan. Selain itu, TelkomGroup juga menyediakan layanan WiFi Managed Service (WMS) berkapasitas 100 Mbps di Posko TelkomGroup Huntara guna mendukung kebutuhan operasional.
Bantuan Kemanusiaan Terus Berlanjut
Tidak hanya fokus pada konektivitas, TelkomGroup juga menyalurkan bantuan kemanusiaan secara berkelanjutan. Hingga 7 Januari 2026, total dukungan yang disalurkan mencapai lebih dari Rp123,23 miliar, mencakup posko internet gratis, bantuan logistik, layanan kesehatan, dapur umum, dukungan psikososial, serta program keringanan dan kompensasi layanan bagi pelanggan terdampak.
Kehadiran Relawan BUMN Peduli TelkomGroup turut memperkuat pendampingan di lapangan melalui berbagai kegiatan sosial dan pemulihan sarana umum.
Dengan jaringan yang kembali terhubung dan bantuan yang terus berjalan, TelkomGroup berharap konektivitas dapat membantu masyarakat kembali berkomunikasi, beraktivitas, dan menata kehidupan sehari-hari pascabencana.
Lebih dari sekadar layanan telekomunikasi, kehadiran TelkomGroup menjadi bagian dari upaya bersama untuk membantu masyarakat bangkit dan pulih secara bertahap. (dr)



















