Batam-(NagoyaPos.Com) – Badan Pengusahaan (BP) Batam kembali menjadi rujukan nasional dalam pelayanan publik berbasis digital. Hal ini terlihat dari kunjungan kerja Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Wakil Wali Kota Serena C. Francis ke Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam, Jumat (10/4).
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, yang memaparkan berbagai inovasi layanan investasi dan perizinan yang telah diterapkan di Batam.
Dalam kesempatan itu, Amsakar memperkenalkan tiga inovasi unggulan BP Batam, yakni Dashboard Investasi sebagai pusat kendali (command center) pemantauan investasi secara real-time, MANTAB (Manajemen Talenta Batam) yang mengintegrasikan tenaga kerja dengan kebutuhan industri berbasis teknologi, serta Duta Investasi sebagai penguat promosi daerah.
Rombongan juga diajak meninjau langsung Dashboard Investasi di ruang Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, sebelum melanjutkan kunjungan ke layanan PTSP di Mall Pelayanan Publik.
Amsakar menegaskan, kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antar daerah dalam meningkatkan daya saing.
“Substansinya, kunjungan ini menjadi komparasi yang baik bagi kedua belah pihak. Fokusnya adalah mendorong terobosan peningkatan daya saing daerah melalui simplifikasi, penyederhanaan standar, serta percepatan waktu pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa birokrasi harus berorientasi pada kemudahan layanan.
“Birokrasi yang kuat adalah birokrasi yang memudahkan masyarakat. Pertemuan ini diharapkan menjadi katalisator peningkatan kualitas pelayanan publik,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyampaikan bahwa Batam menjadi rujukan penting dalam membangun sistem pelayanan publik yang modern dan terukur.
“Kami datang untuk menjemput standar baru pelayanan publik. Praktik baik di Batam—transparan, akuntabel, efektif, dan efisien—akan kami adaptasi. Dashboard Investasi dan MANTAB menjadi contoh konkret yang akan kami terapkan di Kupang,” ujarnya.
Ia menilai, Batam telah berhasil menjadi lokomotif kawasan strategis sekaligus model pelayanan publik berbasis digital yang dapat direplikasi di daerah lain.
Kunjungan ini turut dihadiri Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Francis, Anggota Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan Sudirman Saad, serta sejumlah pejabat eselon II.
Melalui pertemuan tersebut, Batam dan Kupang diharapkan dapat memperkuat sinergi sebagai kota jasa, termasuk membuka peluang kerja sama di bidang investasi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta pertukaran tenaga kerja di masa mendatang. (*)
Reporter : RY


















