Batam, Nagoyapos.com – Pemerintah Kota (Pemko) Batam memberikan penghargaan kepada para wajib pajak yang dinilai taat dan berkontribusi besar terhadap pembangunan daerah dalam acara Malam Apresiasi Wajib Pajak Kota Batam 2026 yang digelar di Ballroom Harmoni One Hotel, Batam Centre, Senin (22/6/2026) malam.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah, unsur Forkopimda, pelaku usaha, serta ratusan wajib pajak dari berbagai sektor usaha yang selama ini menjadi tulang punggung penerimaan daerah.
Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa pajak dan retribusi daerah memiliki peran vital dalam membiayai pembangunan Kota Batam. Menurutnya, keberhasilan pembangunan yang saat ini dirasakan masyarakat tidak terlepas dari kepatuhan para wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya.
“Ketika Bapak dan Ibu membayar pajak, sesungguhnya sedang berkontribusi langsung membangun Batam. Ada nilai kebajikan dan kecintaan terhadap daerah yang sangat luar biasa di dalamnya,” kata Amsakar.
Batam Masuk 5 Besar Daerah Paling Mandiri di Indonesia
Pada kesempatan tersebut, Amsakar mengungkapkan capaian membanggakan yang diraih Kota Batam. Berdasarkan penilaian Kementerian Dalam Negeri, Batam kini menempati posisi kelima sebagai daerah dengan tingkat kemandirian fiskal terbaik di Indonesia.
Prestasi tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berada di posisi kesembilan.
Menurut Amsakar, pencapaian itu menunjukkan bahwa Batam semakin mampu membiayai kebutuhan pembangunan daerah melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD), tanpa terlalu bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.
Data APBD menunjukkan tren positif tersebut. Pada 2024, realisasi PAD Batam mencapai Rp2,36 triliun atau sekitar 59,9 persen dari total APBD sebesar Rp3,96 triliun.
Sementara pada 2025, PAD kembali meningkat menjadi Rp2,58 triliun dari total APBD Rp4,29 triliun atau setara 60,3 persen.
Investasi Batam Melonjak 115 Persen
Tak hanya dari sisi fiskal, Amsakar juga memaparkan sejumlah indikator ekonomi yang menunjukkan kondisi Batam terus membaik.
Pertumbuhan ekonomi yang kuat, meningkatnya realisasi investasi, serta menurunnya angka kemiskinan menjadi sinyal bahwa arah pembangunan daerah berjalan sesuai target.
Bahkan, realisasi investasi Kota Batam pada kuartal pertama 2026 disebut meningkat hingga 115 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap Batam tetap tinggi meski dunia sedang menghadapi berbagai tantangan ekonomi global,” ujarnya.
Pajak Dikembalikan untuk Pendidikan dan Kesehatan
Amsakar memastikan setiap rupiah pajak yang dibayarkan masyarakat akan dikembalikan dalam bentuk program pembangunan yang dapat dirasakan langsung oleh warga.
Mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, hingga program beasiswa menjadi bagian dari komitmen Pemko Batam bersama BP Batam dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga terus berupaya mempercepat pelayanan investasi dan perizinan guna menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif.
Saat ini, Pemko Batam tengah berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mempercepat pelimpahan kewenangan terhadap 1.416 layanan perizinan yang mencakup berbagai sektor strategis.
Target Pajak 2026 Tembus Rp2,09 Triliun
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam Raja Azmansyah menyampaikan bahwa realisasi penerimaan pajak daerah sepanjang 2021-2025 selalu berada di atas 90 persen dari target yang ditetapkan.
Pada 2025, penerimaan pajak daerah berhasil mencapai Rp1,879 triliun dari target Rp1,95 triliun.
Melihat tren tersebut, Pemko Batam optimistis menargetkan penerimaan pajak daerah sebesar Rp2,09 triliun pada 2026.
Dalam acara tersebut, Pemko Batam juga menyerahkan penghargaan kepada wajib pajak terbaik dalam 15 kategori, mulai dari sektor perhotelan, restoran, hiburan, parkir, reklame, pariwisata, hingga wajib pajak bumi dan bangunan (PBB-P2) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepatuhan dan kontribusi para wajib pajak yang telah mendukung pembangunan Kota Batam secara berkelanjutan.
Risman














