Batam-(NagoyaPos.Com) – Kota Batam kini memiliki Politeknik Konstruksi swasta pertama di Indonesia. Kehadiran Politeknik Inovasi Nusantara (Poltevara) diharapkan dapat mencetak sumber daya manusia (SDM) vokasi yang siap menjawab kebutuhan industri konstruksi, energi, dan transformasi digital yang terus berkembang.
Poltevara berada di bawah naungan Yayasan Puri Global Sukses (PGS) dan membuka tiga program studi, yakni Teknologi Konstruksi, Energi Terbarukan, serta Teknologi Kecerdasan Digital.
Surat Keputusan (SK) pendirian Poltevara dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 632/B/O/2026 diserahkan langsung Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau, Dr. H. Nopriadi, S.K.M., M.Kes., kepada Ketua Yayasan Puri Global Sukses, Eko Saputro Wijaya, dalam seremoni yang digelar di Monde City, Batam, 18 Juni 2026.
Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, Nopriadi, menyampaikan dukungan penuh terhadap berdirinya Poltevara sebagai politeknik konstruksi swasta pertama di Indonesia. Menurutnya, pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan sesuai kebutuhan dunia industri.
“Kampus vokasi memiliki prospek yang sangat baik karena menghasilkan lulusan yang siap bekerja. Kami berharap Poltevara mampu menjadi salah satu perguruan tinggi yang mencetak SDM unggul bagi pembangunan nasional,” ujarnya.
Ketua Yayasan Puri Global Sukses, Eko Saputro Wijaya, mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan investasi penting bagi kemajuan bangsa. Karena itu, yayasan berkomitmen menghadirkan pendidikan vokasi yang mampu menjawab tantangan perkembangan industri.
“Kami berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersama-sama mendukung upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui peningkatan kualitas pendidikan,” katanya.
Sementara itu, Direktur Poltevara, Fandy Iood, menegaskan perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan, tetapi juga menjadi motor penggerak inovasi.
“Dunia kampus harus menjadi leading sector dalam pengembangan inovasi sehingga lulusan memiliki kemampuan beradaptasi dan terus berinovasi ketika memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Menurutnya, Batam sebagai kawasan industri, manufaktur, logistik, dan pusat investasi nasional membutuhkan tenaga kerja terampil di bidang konstruksi, energi, serta teknologi digital. Kehadiran Poltevara diharapkan mampu menjawab kebutuhan tersebut melalui pendidikan berbasis praktik dan kemitraan dengan dunia usaha serta dunia industri.
Seremoni penyerahan SK pendirian Poltevara ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur, yang diikuti jajaran pimpinan yayasan, wakil direktur, ketua program studi, dosen, serta tenaga kependidikan. (*)
Reporter : RY














