Tanjungpinang, Nagoyapos.com – Kabar baik bagi masyarakat Kepulauan Riau (Kepri). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri memastikan pasokan minyak goreng bersubsidi MinyaKita kembali tersedia setelah sempat mengalami kendala distribusi akibat terbatasnya transportasi laut.
Sebanyak 249 ton MinyaKita telah tiba di Tanjungpinang pada Sabtu (11/7/2026). Tak hanya itu, tambahan 71,5 ton dijadwalkan masuk pada 15 Juli 2026 untuk menjaga ketersediaan stok di seluruh wilayah Kepri.
Pengawas Perdagangan Ahli Madya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepri, Andri Kurniawan, mengatakan pemerintah mengapresiasi peran distributor, termasuk CV Bintang Perkasa Tanjungpinang, yang ikut menjaga kelancaran distribusi minyak goreng bersubsidi di daerah.
Menurutnya, keberadaan MinyaKita diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Harapan kami, minyak goreng ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama di tengah kondisi perekonomian yang belum menentu,” ujar Andri.
Harga MinyaKita Diawasi Ketat
Pemprov Kepri menegaskan akan memperketat pengawasan di lapangan agar penjualan MinyaKita tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter sebagaimana tercantum pada kemasan.
Disperindag Kepri juga akan melakukan pemantauan terhadap distributor maupun pedagang untuk mencegah adanya penjualan di atas harga yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami akan terus melakukan pengawasan agar harga MinyaKita tetap sesuai HET sebesar Rp15.700 per liter,” tegas Andri.
Berdasarkan data Disperindag, kebutuhan minyak goreng di Provinsi Kepulauan Riau mencapai sekitar 2.000 ton per tahun untuk seluruh jenis minyak goreng.
Distribusi Kembali Lancar
Ketua Asosiasi Distributor Barang Pokok (ADIBAPOK) Kota Tanjungpinang, M. Sadmi Al-Qayyum, menjelaskan bahwa kelangkaan MinyaKita beberapa waktu lalu terjadi akibat hambatan transportasi laut.
Namun, setelah adanya koordinasi antara pemerintah daerah dan pelaku distribusi serta penambahan armada pengangkut, pasokan kini kembali berjalan normal.
“Dengan kondisi transportasi yang sudah kondusif, sebanyak 249 ton MinyaKita berhasil masuk ke Kepri hari ini,” katanya.
Karimun dan Tanjungpinang Dapat Alokasi Terbesar
Dari total pasokan yang tiba, distribusi MinyaKita dibagi ke sejumlah wilayah, yakni:
* Kabupaten Karimun: 72 ton
* Kota Tanjungpinang: 81 ton
* Wilayah lainnya di Kepri: 96 ton
Selain itu, sebanyak 71,5 ton tambahan akan kembali masuk pada 15 Juli 2026 sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi kekosongan stok di pasaran.
Pengiriman Ditambah Jadi Tiga Kali Sebulan
ADIBAPOK juga memastikan sistem distribusi kini diperketat. MinyaKita hanya dapat dijual oleh pedagang yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan telah terdaftar sebagai pengecer resmi.
Setiap pedagang akan memperoleh alokasi sekitar 50 hingga 75 dus per minggu agar distribusi lebih merata.
Untuk menjaga stabilitas pasokan, frekuensi pengiriman MinyaKita juga ditingkatkan dari dua kali menjadi tiga kali setiap bulan.
“Dengan pola distribusi baru, setiap minggu akan ada pasokan masuk dengan target sekitar 12 ribu hingga 15 ribu dus,” ujar Sadmi.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan MinyaKita di seluruh wilayah Kepulauan Riau sekaligus memastikan masyarakat dapat memperoleh minyak goreng bersubsidi dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.
Risman














