Jakarta, Nagoyapos.com – Tradisi Pacu Jalur, lomba perahu tradisional khas Kuantan Singingi, Provinsi Riau, kembali menjadi sorotan nasional dan internasional. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong Pacu Jalur sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dunia, menyusul statusnya yang telah ditetapkan sebagai WBTb Indonesia sejak tahun 2015.
“Pacu Jalur adalah warisan budaya luar biasa yang layak diperkenalkan ke dunia internasional. Ini bukan hanya perlombaan, tapi ekspresi budaya yang kaya makna spiritual, sosial, dan historis,” tegas Fadli dalam pernyataannya, Kamis (10/7/2025).
Fadli menyampaikan bahwa Pacu Jalur telah tercatat secara resmi sebagai WBTb Indonesia melalui SK Nomor 186/M/2015, dan kini Kementerian Kebudayaan akan memperjuangkannya agar bisa masuk dalam daftar WBTb UNESCO.
Pacu Jalur sendiri berasal dari kata “pacu” (lomba) dan “jalur” (perahu panjang dari kayu). Perahu ini bisa sepanjang 40 meter dan ditumpangi hingga 73 pendayung.
Tradisi ini dimulai pada masa penjajahan Belanda dan awalnya dipersembahkan untuk merayakan ulang tahun Ratu Wilhelmina. Kini, Pacu Jalur menjadi agenda nasional yang digelar setiap Agustus dalam rangka Hari Kemerdekaan RI.
Tradisi ini kembali mencuri perhatian dunia setelah viralnya aksi Rayyan Arkan Dikha (11), penari anak coki di haluan perahu, yang menghibur warganet dengan gerakan uniknya diiringi lagu “Young Black and Rich” karya penyanyi AS Melly Mike.
“Ekspresi budaya ini membuktikan bahwa kearifan lokal Indonesia memiliki daya saing global. Kami akan mendorong tradisi ini untuk diakui dunia,” kata Fadli, yang juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kuansing atas upaya pelestarian budaya daerah.
Pacu Jalur Telah Berusia 120 tahun
Sementara itu, Bupati Kuansing Suhardiman Amby menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah pusat. Ia menyebut Pacu Jalur telah mencapai usia 120 tahun, dan merupakan jantung budaya masyarakat Kuantan Singingi.
“Tradisi ini dulunya digunakan untuk mengangkut barang, kini jadi ikon budaya dan pariwisata Riau. Kami siap mendukung penuh agar Pacu Jalur menjadi kebanggaan dunia,” ucap Suhardiman seperti dikutip jpnn, Jumat (11/7/2025).
Fadli Zon juga menambahkan bahwa Kementerian Kebudayaan terus mendukung ekspresi budaya lainnya yang mencakup permainan rakyat, pangan lokal, ritus, manuskrip, sastra, hingga tradisi lisan, sebagai bagian dari strategi pemajuan kebudayaan nasional.
Dengan semangat pelestarian dan dorongan globalisasi budaya, Pacu Jalur tak hanya menjadi milik Riau atau Indonesia, tapi dunia. (al)


















