Pekanbaru, Nagoyapos.com – Di balik sorotan kamera dan tepuk tangan meriah, Rayyan Arkan Dikha, bocah 11 tahun yang viral karena tarian energiknya di atas perahu pacu jalur, ternyata tengah menghadapi kelelahan luar biasa.
Ibunya, Rani, mengungkapkan bahwa sang anak kini mulai mengeluh capek dan bosan karena terus diundang ke berbagai acara sejak videonya viral.
“Dia penginnya main, bukan terus-terusan diatur dan disuruh ganti-ganti gaya nari,” ungkap Rani, Sabtu (12/7), di Pekanbaru.
Dikha telah diundang ke sejumlah acara bergengsi: mulai dari tampil di televisi nasional, bertemu Menteri Pariwisata dan Menteri Kebudayaan, hingga tampil di Riau Bhayangkara Run Polda Riau. Terbaru, Dikha dijadwalkan tampil di penutupan Piala Presiden di Jakarta, Minggu (13/7).
“Dia tiga hari di Jakarta, belum sempat istirahat, langsung ke Pekanbaru, dan harus terbang lagi ke Jakarta,” kata Rani prihatin.
Sementara sang ayah, Supriono, yang juga pendayung perahu di jalur tempat Dikha menari, mengakui tidak menyangka bahwa tarian sang anak bisa mendunia.
“Alhamdulillah, kami bangga. Tapi sebagai orang tua, kami juga khawatir karena dia belum benar-benar beristirahat,” tuturnya.
Dikha menari di Jalur Tua Koghi Dubalang Ghajo, dari Desa Pintu Gobang Kari, Kabupaten Kuantan Singingi. Tarian khas yang dilakukannya disebut “Togak Luan”, seni gerak tradisional yang biasanya dibawakan di ujung perahu pacu jalur.
Kisah Dikha mengingatkan bahwa di balik viralitas dan pujian publik, ada anak-anak yang juga perlu ruang untuk bermain, beristirahat, dan menjadi anak-anak seperti biasa.
“Semoga Dikha sehat terus, kami senang Pacu Jalur jadi dikenal dunia, tapi jangan sampai dia kelelahan hanya karena popularitas,” tutup Rani. (wan)


















