Api Mengamuk di Pantai Nirwana dan Bukit Daeng, Begini Aksi Cepat Tim Karhutla Polda Kepri

Api Mengamuk di Pantai Nirwana dan Bukit Daeng, Begini Aksi Cepat Tim Karhutla Polda Kepri
Tim Karhutla Polda Kepri bergerak cepat memadamkan kebarakan lahan di Batam (polda kepri)

Batam, Nagoyapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kota Batam dan sempat membuat warga waswas. Api dilaporkan membakar dua lokasi berbeda, yakni kawasan hutan Pantai Nirwana, Kelurahan Galang Baru, Kecamatan Galang, serta kawasan hutan Bukit Daeng.

Peristiwa ini terjadi di tengah cuaca panas disertai angin kencang, yang berpotensi mempercepat penyebaran api. Kondisi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama karena lokasi kebakaran tidak terlalu jauh dari area permukiman.

Example 300x600

Menindaklanjuti kejadian itu, Tim Karhutla Polda Kepulauan Riau bersama unsur terkait langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemadaman dan pengendalian api.

Petugas terlihat berjibaku menghadapi kobaran api di medan yang cukup sulit. Selain memadamkan api, tim juga melakukan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang dapat memicu kebakaran kembali.

Upaya cepat dan koordinasi lintas instansi ini membuahkan hasil. Api yang sempat berkobar di beberapa titik berhasil dikendalikan sebelum meluas hingga ke kawasan permukiman warga.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kepulauan Riau, khususnya di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Polda Kepri pun mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei mengingatkan masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian atau ingin menyampaikan pengaduan untuk segera menghubungi Call Center 110 atau memanfaatkan aplikasi Polri Super Apps yang tersedia di Google Play Store dan App Store.

Dengan respons cepat dan sinergi yang solid, potensi bencana yang lebih besar berhasil dicegah. Namun, peran aktif masyarakat tetap menjadi kunci utama agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (r)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *