Batam, Nagoyapos.com – Hujan akhirnya mengguyur Kota Batam, Selasa (31/3/2026). Hujan turun membasahi bumi Batam hanya sehari setelah Pemerintah Kota Batam bersama ratusan warga menggelar salat istisqa di Dataran Alun-alun Engku Putri, Batam Center.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut turunnya hujan dengan penuh rasa syukur. Ia menyebut hujan tersebut sebagai jawaban atas ikhtiar dan doa bersama masyarakat.
“Alhamdulillah, sejak jam 11 siang sampai sekarang hujan terus turun. Artinya doa kita diijabah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.
Doa Terkabul, Harapan Baru untuk Waduk dan Tanaman
Menurut Amsakar, salat istisqa yang digelar bukan hanya memohon hujan, tetapi juga berharap datangnya keberkahan bagi kota Batam yang tengah dilanda panas berkepanjangan.
Ia berharap hujan ini mampu:
* Mengisi kembali waduk yang mulai menyusut
* Menyuburkan tanaman yang mengering
* Menyejukkan suhu kota yang sebelumnya terik
“Mudah-mudahan hujan ini memberi rahmat, memenuhi waduk-waduk, membasahi tanaman, dan menghijaukan kembali yang sempat gersang,” katanya.
Batam Sempat Dilanda Panas Ekstrem & Karhutla
Dalam beberapa pekan terakhir, Batam menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Minimnya curah hujan menyebabkan debit air menurun dan memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.
Titik api dilaporkan muncul di berbagai kawasan seperti:
* Nongsa
* Sekupang
* Galang
* Pulau Manis
Kondisi tanah yang kering membuat api mudah menyebar dan sulit dikendalikan.
Hujan Diharapkan Redam Karhutla
Dengan turunnya hujan, Amsakar berharap ancaman karhutla dapat ditekan dan kondisi lingkungan kembali membaik.
“Sekaligus meminimalisir titik-titik api yang terjadi di Batam. Mudah-mudahan ini bisa kita rasakan dampaknya,” ujarnya.
Hujan yang turun ini menjadi harapan baru bagi masyarakat Batam setelah melewati periode cuaca panas yang cukup panjang.
Editor: Risman


















