Batam, Nagoyapos.com – Setelah sempat dikeluhkan warga karena sulit ditemukan di sejumlah swalayan, stok minyak goreng subsidi merek Minyakita di Kota Batam kini mulai berangsur normal.
Perum Bulog Kantor Cabang Batam memastikan distribusi Minyakita kembali berjalan lancar dan stok tersedia di sejumlah pasar tradisional maupun jaringan mitra pangan masyarakat.
Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Batam, Guido XL Pereira, menegaskan bahwa penyaluran Minyakita di Batam saat ini diprioritaskan ke pasar tradisional serta jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) agar minyak subsidi benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.
“Sejak Januari sampai sekarang sebenarnya penyaluran normal. Hanya saja pada Maret hingga April sempat fokus untuk bantuan pangan. Sekarang sudah kembali normal,” ujar Guido, Senin (18/5/2026).
Menurut Guido, Minyakita yang disalurkan Bulog merupakan minyak goreng subsidi dari BUMN pangan yang memang tidak diperuntukkan bagi swalayan modern atau minimarket.
Distribusi difokuskan ke pasar rakyat, Sentra Pangan Pangan Pokok (SP2KP), serta mitra Rumah Pangan Kita (RPK) agar penyaluran lebih tepat sasaran.
“Kalau yang dari Bulog memang disalurkan ke pasar-pasar tradisional, SP2KP, dan RPK mitra kami. Jadi memang bukan untuk dijual bebas di minimarket,” jelasnya.
Harga Minyakita di Batam Masih Stabil
Di tengah kekhawatiran warga terhadap potensi kenaikan harga minyak goreng, Bulog memastikan harga Minyakita subsidi di Batam masih tetap stabil mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah, yakni Rp15.700 per liter.
Sementara itu, Bulog menyalurkan Minyakita ke mitra dengan harga Rp14.500 per liter, sehingga pedagang masih dapat menjual sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami masih mengikuti harga yang sudah ditetapkan pemerintah. Sampai sekarang belum ada informasi kenaikan harga Minyakita,” kata Guido.
Kenapa Minyakita Kosong di Swalayan?
Guido juga membantah anggapan bahwa Batam mengalami kelangkaan total Minyakita. Menurutnya, kekosongan stok di sejumlah minimarket dan swalayan terjadi karena pola distribusi minyak subsidi memang difokuskan ke pasar tradisional.
“Kalau di minimarket atau swalayan memang banyak yang kosong. Tapi itu bukan karena stok tidak ada. Distribusinya memang difokuskan ke pasar rakyat,” ujarnya.
Selain itu, masyarakat diminta lebih teliti saat membeli produk Minyakita di pasaran karena saat ini beredar dua jenis produk, yakni Minyakita subsidi dan Minyakita premium.
Untuk Minyakita subsidi, harga telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter. Sementara Minyakita premium dijual bebas oleh distributor dengan harga berbeda karena tidak termasuk program subsidi pemerintah.
“Kalau yang premium itu berbeda. Ada tulisan premium di kemasannya dan harganya tidak diatur pemerintah. Itu bukan yang disalurkan Bulog,” jelas Guido.
Bulog memastikan stok Minyakita untuk wilayah Batam saat ini masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Pemerintah juga terus melakukan pengawasan distribusi guna mencegah penumpukan maupun penyimpangan di lapangan.
Sebelumnya, memasuki pekan ketiga Mei 2026, warga Batam sempat mengeluhkan sulitnya mendapatkan Minyakita di sejumlah swalayan, sehingga memicu kekhawatiran terkait potensi lonjakan harga minyak goreng subsidi di tengah naiknya harga minyak goreng premium.
Editor: Risman


















