Batam-(NagoyaPos.Com) – Tim SAR Gabungan yang terdiri dari personel Kodaeral IV, Basarnas, dan masyarakat berhasil menemukan korban hanyut berinisial I (3), yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah terseret arus di kawasan parit Tanjung Sengkuang, Kecamatan Sekupang, Kota Batam.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Tanjung Sengkuang pada Rabu (24/6) sekitar pukul 06.30 WIB.
Korban pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan yang baru pulang melaut. Saat melintas di sekitar pesisir Tanjung Sengkuang, nelayan tersebut melihat sesuatu yang terdampar di ujung tanjung dekat Pelabuhan Pak Fendi.
Setelah didekati, benda tersebut ternyata merupakan jasad seorang anak kecil. Temuan itu kemudian segera dilaporkan kepada personel Patkamla Setumu yang tengah melaksanakan siaga di kawasan pelabuhan.
Menerima laporan tersebut, Danpatkamla Setumu Peltu Laut (SAA) Rahmat Heru langsung berkoordinasi dengan Posal Tanjung Sengkuang dan unsur terkait untuk melakukan proses evakuasi.
Sekitar pukul 06.50 WIB, korban berhasil dievakuasi ke Dermaga Pelabuhan Pak Fendi Tanjung Sengkuang. Berdasarkan ciri-ciri fisik dan keterangan pihak keluarga, korban dipastikan merupakan anak yang sebelumnya dilaporkan hanyut pada Senin (22/6) saat bermain di sekitar parit kawasan Tanjung Sengkuang.
Tim Basarnas yang tiba di lokasi kemudian melakukan penanganan lanjutan sebelum korban diserahkan kepada pihak keluarga. Setelah berkoordinasi dengan petugas, keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi dan meminta agar korban segera dimakamkan.
Sejak hari pertama kejadian, personel Kodaeral IV melalui Tim Siaga Bencana, Babinpotmar Posal Tanjung Sengkuang, dan unsur patroli keamanan laut turut terlibat aktif dalam operasi pencarian bersama Basarnas, instansi terkait, serta masyarakat.
Pencarian dilakukan dengan menyisir saluran air, parit, hingga kawasan pesisir yang diduga menjadi jalur terbawanya korban oleh arus.
Keberhasilan menemukan korban merupakan hasil kerja sama dan sinergitas seluruh unsur SAR gabungan yang tanpa henti melakukan pencarian sejak korban dinyatakan hilang.
Kodaeral IV menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah tersebut. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat berada di sekitar saluran air, parit, sungai, maupun kawasan pesisir guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (*)
Reporter : RY














