<
Batam  

Heboh! Dugaan Kebocoran 1.495 Data Peserta SPMB Batam Diselidiki BSSN, Sistem Langsung Diperketat

Heboh! Dugaan Kebocoran 1.495 Data Peserta SPMB Batam Diselidiki BSSN, Sistem Langsung Diperketat
Kadis Kominfo Batam, Rudi Panjaitan (mc batam)

Batam, Nagoyapos.com – Dugaan kebocoran data peserta Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Batam kembali menjadi perhatian publik. Sebanyak 1.495 data pendaftar diduga terekspos dalam insiden keamanan siber yang kini tengah diusut oleh pemerintah bersama instansi terkait.

Pemerintah Kota Batam memastikan penanganan kasus masih berlangsung di bawah koordinasi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Saat ini, tim forensik digital BSSN tengah melakukan investigasi untuk memastikan apakah data peserta benar-benar telah diakses oleh pihak yang tidak berwenang.

Selain itu, BSSN juga menelusuri jejak pelaku melalui analisis Internet Protocol (IP) Address guna mengungkap sumber dugaan serangan siber tersebut.

Sistem SPMB Dipasang EDR

Sebagai langkah mitigasi, sistem aplikasi SPMB Kota Batam kini diperkuat dengan pemasangan Endpoint Detection and Response (EDR), yakni teknologi keamanan yang mampu mendeteksi aktivitas mencurigakan secara real time, termasuk upaya peretasan maupun penyusupan malware.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudy Pandjaitan, mengatakan penguatan sistem dilakukan melalui koordinasi antara Diskominfo, Dinas Pendidikan, serta Kementerian Komunikasi dan Digital.

Menurutnya, pemasangan EDR merupakan bagian dari upaya meningkatkan ketahanan sistem layanan publik agar mampu mendeteksi potensi ancaman siber sejak dini.

“Perangkat ini digunakan untuk mendeteksi secara dini apabila terjadi aktivitas yang tidak normal atau indikasi serangan, sehingga langkah pencegahan dapat segera dilakukan,” ujar Rudy, Jumat (3/7/2026).

BSSN Masih Audit Dugaan Kebocoran

Rudy menjelaskan, hingga kini tim forensik digital BSSN masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap sistem yang diduga terdampak. Audit keamanan teknologi informasi juga terus dilakukan guna memastikan validitas klaim kebocoran data yang sempat beredar di ruang digital.

Ia menegaskan, identitas pelaku maupun penyebab pasti dugaan kebocoran hingga kini belum dapat dipastikan. Seluruh proses investigasi teknis sepenuhnya menjadi kewenangan BSSN.

Seluruh Aplikasi Pemkot Batam Diminta Perketat Keamanan

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kota Batam meminta seluruh Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di lingkungan pemerintah daerah untuk segera meningkatkan standar keamanan siber.

Setiap aplikasi layanan publik diwajibkan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan, memperkuat sistem perlindungan data, serta memasang mekanisme peringatan dini guna mendeteksi potensi ancaman digital.

Sementara itu, pengelolaan sistem SPMB yang terdampak berada di bawah koordinasi Dinas Pendidikan Kota Batam, yang saat ini juga terlibat dalam evaluasi menyeluruh terhadap sistem penerimaan murid baru.

Klaim Kebocoran Berasal dari Forum Digital

Sebelumnya, dugaan kebocoran data mencuat setelah muncul klaim dari pihak tidak dikenal yang mengaku memiliki data peserta SPMB Kota Batam dan menyebarkannya melalui sebuah forum digital.

Pemerintah Kota Batam menegaskan investigasi masih terus berlangsung untuk mengidentifikasi sumber dugaan kebocoran sekaligus memastikan keamanan sistem layanan publik agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Risman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *