<
Kepri  

Usai Listrik Padam Massal, Ansar Ahmad Dorong Bintan Lepas dari Ketergantungan Listrik Batam

Usai Listrik Padam Massal, Ansar Ahmad Dorong Bintan Lepas dari Ketergantungan Listrik Batam
Gubernur Kepri Ansar meminta Bintan punya pembangkit listrik sendiri, pasca blackout Batam-Bintan (ist)

Batam, Nagoyapos.com – Pemadaman listrik massal atau blackout yang melumpuhkan Batam, Bintan, dan Tanjungpinang selama lebih dari 15 jam pada 12 Oktober 2026 mendorong Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mengusulkan perubahan strategi pasokan energi. Ia meminta agar Kabupaten Bintan memiliki sumber listrik yang lebih mandiri sehingga tidak terus bergantung pada sistem kelistrikan Batam.

Ansar mendorong PT PLN (Persero) mempertimbangkan pembangunan pembangkit listrik sendiri di Bintan atau membeli energi dari kawasan industri maupun perusahaan yang telah memiliki fasilitas pembangkit.

Usulan tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi risiko gangguan pasokan listrik yang berdampak luas terhadap masyarakat dan dunia usaha di Kepri.

Gagasan itu disampaikan Ansar seusai menghadiri penyambutan Pangdam XXV/SMR di VIP Bandara Internasional Hang Nadim, Selasa (20/10/2026).

“Usulan kita, mudah-mudahan nanti PLN punya kebijakan untuk membangun pembangkit sendiri atau membeli listrik dari kawasan-kawasan penyedia listrik untuk kebutuhan di Kabupaten Bintan,” kata Ansar.

Ansar Soroti Ketergantungan Listrik Bintan ke Batam

Ansar menjelaskan, kebutuhan listrik di Batam terus meningkat seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi dan investasi. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi bahan evaluasi dalam pengelolaan sistem kelistrikan di Kepri, termasuk upaya memperkuat pasokan listrik di Bintan.

“Kita maklumi juga Batam ini perkembangan kebutuhannya begitu cepat. Jadi, PLN Batam itu memang lebih baik berdiri sendiri,” ujarnya.

Menurut Ansar, pasokan listrik Bintan saat ini masih bergantung pada sistem kelistrikan Batam, termasuk pasokan dari pembangkit di Tanjung Kasam.

Karena itu, diversifikasi sumber energi menjadi salah satu opsi yang perlu dikaji untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik. Dengan sumber pasokan yang lebih beragam, kebutuhan energi Bintan diharapkan dapat terpenuhi secara lebih stabil.

Untuk mempercepat rencana tersebut, Pemerintah Provinsi Kepri akan mendorong koordinasi bersama Wali Kota Batam yang juga menjabat Kepala BP Batam.

“Kita akan dorong nanti bersama-sama Pak Wali Kota dan Kepala BP Batam supaya Bintan bisa dipercepat,” kata Ansar.

Pembangkit Listrik Tanjung Sauh Dilirik Jadi Alternatif

Selain mengusulkan pembangunan pembangkit baru, Ansar melihat peluang pemanfaatan listrik yang dihasilkan perusahaan atau kawasan industri yang sudah memiliki fasilitas pembangkit sendiri.

Salah satu sumber yang disorot adalah kawasan Tanjung Sauh. Menurutnya, pasokan listrik dari kawasan tersebut maupun pembangkit lain yang berpotensi dikembangkan dapat menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi di Kepri.

“Sekarang ada beberapa pelaku usaha yang juga memproduksi listrik, seperti Tanjung Sauh, dan mungkin nanti ada yang lainnya. Mudah-mudahan itu bisa dimanfaatkan oleh PLN,” ujarnya.

Meski demikian, pemanfaatan sumber listrik alternatif tersebut masih membutuhkan kebijakan PLN dan kajian teknis lebih lanjut.

Sejumlah aspek yang perlu diperhitungkan meliputi kapasitas pembangkit, kesiapan jaringan transmisi, kemampuan penyaluran energi, serta kebutuhan listrik di masing-masing wilayah.

Jika terealisasi, langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas pasokan listrik Bintan sekaligus membantu mengurangi beban sistem kelistrikan Batam.

Blackout Kepri Jadi Momentum Evaluasi Sistem Kelistrikan

Pemadaman listrik massal pada 12 Oktober 2026 menjadi pengingat pentingnya keandalan infrastruktur energi bagi masyarakat dan dunia usaha di Kepulauan Riau.

Gangguan yang melanda Batam, Bintan, dan Tanjungpinang selama lebih dari 15 jam itu tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga dan perkantoran, tetapi juga berdampak terhadap layanan air bersih, komunikasi, perdagangan, serta kegiatan industri.

Sejumlah kawasan industri yang tidak memiliki pembangkit listrik mandiri dilaporkan menghentikan produksi akibat terputusnya pasokan listrik. Sementara itu, masyarakat menghadapi kesulitan mengakses sejumlah layanan yang bergantung pada energi listrik.

Peristiwa tersebut memperlihatkan besarnya peran sistem kelistrikan dalam menopang aktivitas ekonomi dan iklim investasi di Kepri.

Di tengah peningkatan kebutuhan energi, penguatan jaringan, diversifikasi sumber pasokan, dan evaluasi sistem kelistrikan menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan.

Usulan Ansar Ahmad agar Bintan memiliki pasokan listrik yang lebih mandiri kini menjadi salah satu gagasan yang perlu ditindaklanjuti melalui koordinasi pemerintah daerah, PLN, dan pelaku usaha.

Namun, realisasi rencana tersebut masih bergantung pada keputusan PLN, hasil kajian teknis, serta kesiapan infrastruktur pendukung. Belum ada kepastian mengenai jadwal pembangunan pembangkit baru maupun pemanfaatan pasokan listrik dari kawasan industri untuk memenuhi kebutuhan Bintan.

RM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *