Batam-(NagoyaPos.Com) – Kepala sekolah dituntut memahami cara menghadapi wartawan di tengah keterbukaan informasi. Sekolah tidak boleh menutup diri dari pers, tetapi komunikasi dengan wartawan juga perlu berjalan sesuai etika dan prinsip profesionalisme jurnalistik.
Hal itu menjadi pokok penguatan yang diberikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Batam bersama PWI Kepulauan Riau (Kepri) dalam rapat bulanan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Wilayah 3 Batam di SMP Negeri 26 Batam.
Ketua PWI Kepri, Saibansah Dardani, memaparkan tugas dan tanggung jawab wartawan, termasuk pentingnya kompetensi, akurasi informasi, serta kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik.
Menurutnya, wartawan bukan sekadar orang yang membawa kartu pers atau mengaku bekerja di media. Ada tanggung jawab profesional yang harus dijalankan dalam mencari, mengolah, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Karena itu, kepala sekolah perlu memahami cara merespons kerja jurnalistik secara proporsional, terutama ketika menerima permintaan konfirmasi atau informasi terkait penyelenggaraan pendidikan.
Keterbukaan informasi, lanjutnya, harus tetap dijalankan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku, termasuk perlindungan terhadap informasi yang tidak dapat dibuka kepada publik.
Ketua PWI Batam, Khafi Anshary, menegaskan kegiatan tersebut bukan untuk membatasi kerja pers maupun mendorong sekolah menghindari wartawan. Sebaliknya, penguatan itu diharapkan menciptakan hubungan yang sehat antara insan pers dan dunia pendidikan.
“Sekolah tidak perlu alergi terhadap wartawan, dan wartawan pun harus memahami bahwa ada etika serta prosedur yang wajib dijalankan ketika mencari informasi,” ujarnya.
Khafi juga mengingatkan, persoalan pemberitaan sebaiknya diselesaikan melalui mekanisme yang tepat, seperti klarifikasi, hak jawab, dan hak koreksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Ketua MKKS SMP Wilayah 3 Batam, Asmaldi, S.Pd., menyambut baik penguatan tersebut. Ia menilai pemahaman mengenai profesi pers penting bagi kepala sekolah agar mampu menyikapi permintaan informasi dan menghadapi dinamika pemberitaan secara tepat.
Melalui kegiatan ini, PWI Batam dan PWI Kepri berharap komunikasi antara sekolah dan media semakin terbuka dan profesional. Dengan pemahaman yang baik mengenai hak dan tanggung jawab masing-masing, keterbukaan informasi dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan dan pers. (*)
Reporter : RY














