Batam, Nagoyapos – Kondisi papan reklame di wilayah Batuaji dan Sagulung semakin memprihatinkan. Seiring datangnya musim hujan yang kerap disertai angin kencang, sejumlah papan reklame tua dan kropos mulai tumbang dengan sendirinya.
Hingga Jumat (12/9/2025), belum ada langkah nyata dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam meski kondisi ini semakin membahayakan pengguna jalan.
Salah satu insiden terbaru terjadi di depan SPBU Merapi Subur, Sagulung, di mana sebuah papan reklame besar ambruk akibat tiang yang berkarat dan keropos. Beruntung tidak ada korban jiwa, meski kejadian itu sempat membuat panik warga dan pengendara di jalur padat tersebut.
“Kalau lagi hujan deras dan angin kencang, kami selalu waswas. Banyak tiang reklame di sekitar sini yang miring dan berkarat. Ngeri kalau tiba-tiba tumbang pas ada kendaraan lewat,” ujar Irwan, warga Sagulung seperti dilansir jawapos, Sabtu (13/9/2025).
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi serupa di sejumlah titik lain, seperti Jalan R. Suprapto Batuaji dan Simpang Barelang. Banyak tiang reklame terlihat kropos, goyah, bahkan ada yang sudah lama kosong tanpa papan promosi namun tetap dibiarkan berdiri tanpa perawatan.
Warga pun geram karena menilai penertiban reklame di Batuaji dan Sagulung terkesan lambat.
“Kalau reklame di Batam Center dan Nagoya bisa cepat dibongkar, kenapa di sini dibiarkan? Jangan tunggu ada korban dulu,” tegas Ratna, pengguna jalan lainnya.
Kepala Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari, saat dikonfirmasi menyebutkan penertiban di Batuaji dan Sagulung memang sudah masuk agenda, namun dilakukan bertahap.
“Saat ini fokus di Batam Center dan Nagoya, setelah itu baru akan dilakukan penertiban di Batuaji dan Sagulung,” ujarnya.
Namun bagi masyarakat Batuaji dan Sagulung, ancaman keselamatan kini jadi hal utama.
“Jangan tunggu ada korban jiwa baru bergerak. Penertiban harus segera dilakukan,” tegas Hendro, warga setempat.
Jika tidak segera ditangani, papan reklame tua yang kropos bisa menjadi “bom waktu” yang mengancam keselamatan warga Batam, khususnya di kawasan Batuaji dan Sagulung. (cr)














