Hati-Hati! Southlink Batam Jadi Satu-Satunya Blind Spot di Kepri, Polisi Siapkan Jalur Darurat

Hati-Hati! Southlink Batam Jadi Satu-Satunya Blind Spot di Kepri, Polisi Siapkan Jalur Darurat
Direktur Lalu Lintas Polda Kepri, Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama, menjelaskan soal Southlink Batam yang rawan (ist)

Batam, Nagoyapos – Kawasan Southlink Batam yang menghubungkan Jalan Sei Ladi hingga Sei Harapan, Kecamatan Sekupang, resmi ditetapkan sebagai satu-satunya titik buta (blind spot) lalu lintas di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Status ini memicu perhatian serius dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kepri karena tingginya risiko kecelakaan yang kerap menelan korban.

Example 300x600

Direktur Lalu Lintas Polda Kepri, Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama, menjelaskan bahwa kondisi jalan menanjak, tikungan tajam, serta padatnya arus kendaraan menjadi faktor utama penyebab kawasan ini berbahaya. Minimnya rambu lalu lintas dan penerangan jalan umum (PJU) turut memperbesar potensi kecelakaan.

“Setiap enam bulan sekali kami lakukan evaluasi titik rawan kecelakaan. Saat ini, hanya Southlink yang masih berstatus blind spot di Kepri, dari yang sebelumnya ada tiga titik,” ujar Andhika usai rapat koordinasi bersama BPTD dan Ditreskrimsus di Mapolda Kepri, Kamis (18/9/2025).

Jalur Darurat untuk Kendaraan Bermasalah

Sebagai langkah konkret, Ditlantas Polda Kepri berencana membangun jalur penyelamatan darurat di kawasan Southlink. Jalur ini akan berfungsi layaknya jalur turunan darurat di Pulau Jawa, yaitu tempat kendaraan bermasalah—terutama yang mengalami rem blong—dapat dihentikan dengan aman.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dishub dan Satlantas. Selain jalur penyelamatan, kami juga akan memperkuat rambu lalu lintas agar pengendara lebih waspada,” jelasnya seperti dikutip tribunbatam, Jumat (19/9/2025).

Langkah Cepat Polda Kepri

Ditlantas Polda Kepri juga sudah melakukan asistensi lapangan di Southlink. Beberapa langkah yang dijalankan di antaranya:

1. Penambahan rambu lalu lintas di titik rawan.
2. Pemasangan marka jalan dan rekayasa arus kendaraan.
3. Usulan penambahan penerangan jalan umum agar jalur lebih aman di malam hari.

Andhika mengakui, secara umum Batam masih minim rambu dan penerangan jalan, terutama di jalan-jalan lebar yang baru dibangun. “Ini sangat berbahaya, apalagi di jalur rawan seperti Southlink. Kondisi ini harus segera direspons demi keselamatan bersama,” tegasnya.

Dengan rencana pembangunan jalur darurat serta perbaikan fasilitas lalu lintas, diharapkan risiko kecelakaan di Southlink Batam dapat ditekan, sekaligus menjadikan jalur tersebut lebih aman bagi pengendara. (cr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *