Batam  

Batam Siap Bebas Banjir 2027! Li Claudia Ungkap Langkah Besar Pemko dan BP Batam Atasi Genangan Hingga ke Akar Masalah

Batam Siap Bebas Banjir 2027! Li Claudia Ungkap Langkah Besar Pemko dan BP Batam Atasi Genangan Hingga ke Akar Masalah
Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra menargetkan Batam bebas banjir tahun 2027 (dok mc batam)

Batam, Nagoyapos – Banjir menjadi tantangan serius yang terus dihadapi Kota Batam dalam beberapa tahun terakhir. Selain menghambat aktivitas masyarakat, bencana ini juga menimbulkan kerugian ekonomi dan kerusakan infrastruktur. Menyadari urgensinya, Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam kini menempatkan penanggulangan banjir sebagai program prioritas utama.

Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa Pemko dan BP Batam telah membentuk Tim Gabungan Penanggulangan Banjir yang bekerja lintas sektor untuk memetakan persoalan, menyusun langkah konkret, dan merancang solusi jangka pendek hingga jangka panjang.

Example 300x600

“Dua tahun lagi insya Allah bisa lebih baik. Tapi memang butuh kerja keras semua pihak. Dengan sinergi yang baik antara Pemko Batam dan BP Batam serta langkah-langkah penanganan yang tepat, permasalahan banjir ini bisa segera teratasi,” ujar Li Claudia, Minggu (28/9/2025).

Tiga Tahap Program

Li Claudia menjelaskan, penanganan banjir di Batam disusun dalam tiga tahap — jangka pendek, menengah, dan panjang — dengan sasaran utama memperbaiki drainase, memperlancar aliran air, dan memperkuat daya dukung sumber daya air.

🟢 Langkah Jangka Pendek: Normalisasi dan Pembersihan Saluran

Pada tahap awal, Pemko dan BP Batam fokus pada normalisasi sungai dan saluran alami yang tersumbat oleh sedimentasi. Tahun 2025 ini, pemerintah menargetkan normalisasi drainase sepanjang 307,4 kilometer di berbagai titik rawan genangan.

🟡 Langkah Jangka Menengah: Pembangunan Drainase Baru dan Box Culvert

Dalam jangka menengah, pemerintah akan membangun saluran pembuangan baru ke laut di kawasan padat seperti Mondial dan Bengkong, serta memasang box culvert berukuran besar agar aliran air tetap lancar saat debit tinggi.

“Selain normalisasi, kami juga sedang memasang box culvert besar untuk menampung air saat hujan lebat. Kami berharap ada keterlibatan pengusaha dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di saluran-saluran air,” kata Li Claudia.

🔵 Langkah Jangka Panjang: Kolam Resapan & Rumah Pompa Modern

Pada tahun 2026, Pemko Batam berencana mengganti jembatan yang mempersempit aliran air serta membangun kolam resapan berkonsep eco park.

Selain itu, akan dibangun rumah pompa modern di Jodoh berkapasitas 1,5 meter kubik per detik, lengkap dengan pompa lumpur dan pintu air otomatis untuk memperkuat sistem pengendalian banjir di wilayah padat penduduk.

Penambahan Proyek Drainase

Melalui APBD Perubahan 2025, pemerintah juga mengusulkan penambahan proyek drainase strategis di kawasan Simpang Kepri Mall dan Baloi Permai.

“Kita, Pemko dan BP Batam berharap dukungan lintas sektor dapat mempercepat penyelesaian persoalan banjir. Dengan begitu, dalam dua tahun ke depan, persoalan banjir berkurang dan masyarakat bisa beraktivitas dengan lebih nyaman,” harap Li Claudia.

Program ini menjadi bukti nyata komitmen Pemko Batam di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra (ASLI) dalam menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berpihak pada masyarakat.

Dengan sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat, Batam menatap masa depan bebas banjir — kota industri yang maju, nyaman, dan tangguh terhadap perubahan iklim. (fjr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *