<

Polsek Lubuk Baja Pantau Perkembangan Lahan Ketahanan Pangan Jagung di Batu Selicin

Nagoyapos,-– Personel Polsek Lubuk Baja melaksanakan kegiatan monitoring dan pemantauan perkembangan lahan ketahanan pangan berupa penanaman jagung pipil yang berlokasi di Fasum Baloi Blok 2 RT 002 RW 001, Kelurahan Batu Selicin, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai sebagai bentuk dukungan Polri terhadap Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, Jumat (21/11/2025).

Kegiatan ini dipimpin Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Rangga Primazada, S.H., S.I.K., M.H., dengan menurunkan personel Bhabinkamtibmas Kelurahan Batu Selicin, Bripka Eka Prasetia, untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap perkembangan tanaman jagung di lahan seluas 150 m². Lahan dengan status pinjam pakai tersebut berlokasi sekitar 7 kilometer dari Kantor Bulog dan saat ini dimanfaatkan sebagai bagian dari program peningkatan produksi pangan.

Selama pengecekan, Bripka Eka Prasetia melakukan pemeriksaan menyeluruh pada batang, daun, hingga bonggol jagung yang telah tampak tumbuh subur dan mulai berbuah. Langkah ini dilakukan guna memastikan tanaman berada dalam kondisi sehat serta bebas dari hama atau ulat yang dapat menghambat pertumbuhan.

Kapolsek Lubuk Baja melalui Bripka Eka Prasetia menegaskan komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. “Kegiatan monitoring ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri dalam membantu program pemerintah. Dengan memastikan tanaman jagung tumbuh baik dan bebas hama, kami berharap produksi pangan di wilayah Lubuk Baja dapat terus meningkat,” ujarnya.

Pemantauan ini menjadi bagian dari upaya Polsek Lubuk Baja untuk memastikan lahan ketahanan pangan di wilayahnya berkembang optimal, sekaligus meningkatkan efisiensi pengawasan dan sinergi dengan pemerintah dalam mendukung program Asta Cita Presiden RI periode 2024–2029.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tanaman jagung di lahan tersebut dalam kondisi baik dan berpotensi menghasilkan panen maksimal sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan daerah maupun nasional.(**)

 

 

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *