Nagoyapos,– PT Pegadaian kembali menunjukkan komitmen sosialnya terhadap masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Tahun ini, Pegadaian menyalurkan bantuan senilai Rp 680 juta untuk masyarakat Sumatera Barat yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Istana Gubernur Provinsi Sumatera Barat oleh Wakil Direktur Utama PT Pegadaian, Budi Wahju Soesilo, dan Direktur Manajemen Risiko, Legal, Kepatuhan, dan Umum PT Pegadaian, Ismail Ilyas. Bantuan diterima langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, sebagai dukungan untuk percepatan penanganan bencana dan pemulihan kondisi sosial masyarakat.
Wakil Direktur Utama PT Pegadaian menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran perusahaan bagi masyarakat terdampak.
“Pegadaian hadir untuk masyarakat di Sumatra Barat. Hari ini kami tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga membawa harapan. Semoga bantuan ini dapat membantu saudara-saudara kita untuk bangkit dan menjalani kembali kehidupan dengan lebih kuat,” ujarnya.
Bantuan Pegadaian disalurkan melalui berbagai posko resmi di BPBD Provinsi Sumatera Barat, Kota Padang, Bukittinggi, Agam, serta sejumlah kecamatan dan nagari. Hingga awal Desember, Pegadaian telah menyalurkan berbagai kebutuhan penting, seperti makanan pokok (rendang, ikan kering, sembako), kebutuhan sandang, perlengkapan bayi, handuk, selimut, obat-obatan, tandon air, kasur, genset, dan pompa air untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberikan apresiasi kepada PT Pegadaian atas kepedulian dan dukungan yang diberikan.
“Kami berterima kasih sebesar-besarnya atas kepedulian PT Pegadaian kepada masyarakat yang terdampak bencana. Di tengah kondisi sulit ini, dukungan tersebut sangat berarti dan membuktikan bahwa masyarakat Sumatera Barat tidak sendirian,” ujar Gubernur Mahyeldi.
Pegadaian menegaskan bahwa bantuan ini adalah bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan. Langkah ini juga sejalan dengan visi Danantara untuk memperkuat pemerataan manfaat, meningkatkan resiliensi sosial, dan mendukung pembangunan inklusif di Indonesia.(**)
Reporter : Herry
Efitor : Fajri Hm



















