BMKG Warning! Banjir Rob Ancam Batam dan Kepri Awal Januari 2026

BMKG Warning! Banjir Rob Ancam Batam dan Kepri Awal Januari 2026
BMKG menge;luarkan peringatan dini ancaman banjir Rob melanda sejumlah pesisir di Kepri, termasuk Batam mulai 1-9 Januari 2026 (ilustrasi)

Batam, Nagoyapos – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir atau banjir rob yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah di Kepulauan Riau (Kepri). Peringatan ini berlaku mulai 1 hingga 9 Januari 2026.

Peringatan dini tersebut disampaikan oleh Forecaster BMKG Hang Nadim Batam, Anisa S, berdasarkan hasil analisis data pasang surut air laut seperti dilansir BatamPos, Selasa (30/12/2025).

Example 300x600

Anisa menjelaskan, potensi banjir rob dipicu oleh fenomena astronomis berupa fase perigee yang terjadi pada 2 Januari 2026, disusul dengan fase bulan purnama pada 3 Januari 2026. Kombinasi dua fenomena tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut hingga mencapai kondisi maksimum.

“Fenomena ini dapat meningkatkan ketinggian air laut maksimum dan berpotensi menimbulkan banjir pesisir atau rob di wilayah Kepulauan Riau pada periode 1–9 Januari 2026,” ujar Anisa.

Wilayah yang Terdampak Banjir Rob

BMKG mencatat, sejumlah wilayah pesisir di Kepri berpotensi terdampak banjir rob dengan waktu kejadian yang bervariasi. Di Kota Batam, wilayah pesisir Kecamatan Batuaji, Batuampar, Sekupang, Nongsa, dan sekitarnya diperkirakan berpotensi mengalami banjir rob pada 2 hingga 9 Januari 2026.

Sementara itu, Kabupaten Karimun berpotensi terdampak di wilayah pesisir Kecamatan Kundur Barat, Karimun, Meral, dan sekitarnya pada 1 hingga 9 Januari 2026.

Untuk Kabupaten Bintan, potensi banjir rob diperkirakan terjadi di pesisir Kecamatan Bintan Utara, Teluk Sebong, dan Bintan Timur pada 2 hingga 8 Januari 2026.

Adapun di Kota Tanjungpinang, wilayah pesisir Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang Barat, dan Bukit Bestari berpotensi terdampak pada 1 hingga 8 Januari 2026.

Di Kabupaten Natuna, potensi banjir rob diperkirakan terjadi di wilayah pesisir Natuna dan sekitarnya pada 1 hingga 6 Januari 2026. Sedangkan Kabupaten Kepulauan Anambas juga berpotensi terdampak banjir rob pada 2 hingga 5 Januari 2026.

Anisa menambahkan, banjir rob berpotensi mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, khususnya di kawasan pesisir dan pelabuhan. Aktivitas yang terdampak antara lain bongkar muat pelabuhan, aktivitas nelayan, kawasan permukiman pesisir, hingga potensi genangan air yang masuk ke rumah warga, tambak garam, serta area perikanan darat.

“Banjir rob berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, termasuk aktivitas perikanan dan permukiman yang berada di wilayah rendah,” jelasnya.

BMKG pun mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim dan beraktivitas di wilayah pesisir, untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan selama periode potensi banjir rob berlangsung.

Masyarakat juga diminta untuk mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut, mengurangi aktivitas di laut sementara waktu, serta terus memantau informasi dan peringatan dini resmi dari BMKG.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan siaga, serta selalu memantau informasi terbaru dan peringatan dini dari BMKG,” tutup Anisa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *